Titte :
MAGIC RING
Cast :
Kim Myungsoo, Lee Sungyeol, Nam Woohyun, Lee Sungjong, Hoya,Jang Dongwo and Other Cast.
Part :
1 of ?
Genre :
Romance fiksi
Annyeong...
nih FF ke 2 saya, nih ide asli mampir ke otak saya. Semoga kalian suka! ^^,
Thanks
banget yang udah baca!! ^^
MAGIC RING
By me Tarii
Happy reading...
Seorang gadis cantik dengan rambut panjang
yang terurai turun dari bus. Jarak ia dengan
gerbang tinggal 30 meter lagi. Ia berjalan dengan senyuman penuh ceria.
Ia tersenyum sambil membayangkan wajah kekasihnya yang sudah seminggu ini tak
terlihat, karena liburan akhir semester. Kalian bertanya kenapa mereka tak
bertemu ? sebab kekasihnya liburan ke rumah neneknya yang ada di Jepang.
“aku tak sabar bertemu.........”perkataannya
terpotong karena sebuah motor melewatinya dengan Kencang hingga seragam
Sungyeol kotor karena terkena percikan air.
“aishh.....!” ia mendengus kesal, dan
membersihkan air percikan yang membuat baju dan roknya kotor. Ia berjalan
dengan perasaan tidak senang, moodnya hilang, karena dia sudah berusaha tampil
cantik di hari pertama masuk school.
“ahhh, bagaimana jika aku terlihat seperti
ini, jika nanti bertemu!!” Sungyeol mendegus kesal disepanjang perjalanannya
menuju kelas. Ia ingin meminta pertanggung jawaban seorang pendengadara motor
yang berhasil membuat momen yang sangat menyenangkan hari ini.
Tiba di kelas, Sungyeol kaget melihat seluruh
temannya sudah berada di kelas. Termasuk Yuri Sangsaenim. Sungyeol hanya
berdiri kikuk di dekat pintu. Dengan ragu-ragu Sungyeol menyapa seluruh yang
ada di ruangan itu.
“ Annyeong!” Senyum terpaksa dari bibir
Sungyeol, kali ini dia benar-benar merasa malu dan kikuk.
“Sungyeol, kenapa seragam kamu kotor!” ujar
Yuri Sangsaenim dengan tatapan heran.
“hem.... Ini semua gara-gara Namja bermotor
hitam itu!!! Ujar Sungyeol kesal.
“aku ingin membunuhnya, kalau aku bertemu
dengannya!!” Sungyeol menghentak-hentakkan kakinya.
Seseorang memasang wajah tajam di balik
pintu, karena mendengar perkataan Sungyeol.
“yasudah, Yeol kau boleh duduk disana, ada
bangku yang tersisa untukkmu!”
“hem, kenapa harus mendapatkan bangku paling
belakang dan paling pojok!!” Sungyeol mendengus kesal, dan menghela nafas
panjang. Mungkin hari ini hari yang sangat menyebalkan buat Sungyeol, hari
pertama School harus berpakaian dengan seragam kotor dan dapat bangku yang
paling belakang pula. Kini kepalanya seperti tertimpa beban sebesar 1000 ton!!
Sungyeol duduk di bangku dengan
menelungkupkan wajahnya. Ia terlihat badmood hari ini, dan semangatnya hilang
total.
“perhatian, kita kedatangan murid baru!”
seorang Namja memasuki ruangan kelas Sungyeol dan kini semua murid memperhatikannya dan
seolah mereka semua berkata “Waw”.
“perkenalkan diri kamu!”
“naneun.... Kim Myungsoo Imnida, aku pindahan
dari LA!” Ucap Myungsoo dengan datar tanpa senyuman. Semua mata terpana dengan
sosok Namja berparas Tampan. Mereka semua bergumam seolah mengatakan “ he is
perfect !”
“baiklah Myungsoo, kau bisa duduk dengan
Sungyeol disana!” Yuri sangsaenim mengarah pada bangku Sungyeol. Sungyeol masih
tak menyadari bahwa ada anak baru yang akan duduk di sampingnya.
“mwo? Aku duduk disana?” ia tak percaya akan
duduk dengan seorang yeoja yang tadi baru mengejekknya. Myungsoo baru pertama ini menemukan gadis yang
sangat menyebalkan seperti Sungyeol. Kesan pertama disekolah harus berhadapan
dengan gadis yang sama sekali Myungsoo tak tertarik melihatnya.
“ne, Myungsoo kau duduk dengan SungYEol!!”
uacap Yuri Sangsaenim dengan sedikit penekanan.
Sungyeol langsung mengangkat kepalanya dan
melihat pemandangan didepan.
“siapa Namja itu, ia ganteng juga, !! ah...
Andwae, Namu lebih tampan dan berkharisma di banding dia!” gumam Sungyeol dalam
hati.
Myungsoo, berjalan menuju kursi yang berada
samping Sungyeol. Dan ia langsung duduk tanpa, ada say hello pada Sungyeol.
“cih,,, namja ini sombong sekali!” tatapan
sinis Sungyeol seketika melihat Myungsoo yang terlihat angkuh.
“apa kau bilang?” pendengaran Myungsoo
ternyata tajam, sehingga ia bisa mendengar perkataan Sungyeol yang nyaris
membuat amarahnya ingin meledak. Namun karena ia seorang gadis dan mereka
berada dikelas, Myungsoo hanya mendengus kesal melihat gadis yang kini berada
disampingnya.
“tidak ada apa-apa!” Sungyeol membuang
mukanya, yang kini terfokus pada Yuri sangsaenim.
Yuri sangsaenim menjelaskan pelajaran
Matematik, begitu banyak rumus tertulis disana. Sungyeol yang melihatnya
seperti mau pingsan, dan seolah-olah ia melihat rumus-rumus itu berterbangan
dan melayang ke seluruh isi kelas. Ia menguap disepanjang pelajaran Yuri
sangsaenim. Namun , berbeda dengan Myungsoo yang terlihat sangat bersemangat
menulis dan mengerjakan soal yang ditulis yuri sangsaenim.
“Sungyeol !!” teriak Yuri Sangsaenim pada
Sungyeol yang terlihat mengantuk dan menguap dari tadi. Sungyeol langsung
melihat jelas ke arah Yuri sangsaenim. Ia seperti orang bodoh disetiap
pelajaran eksac. Ah... ada apa denganmu Sungyeol!!
“Sungyeol, apa kau mengantuk lagi?? Sampai
kapan kau akan bersemangat dipelajaran ini??” Ucap Yuri sangsaenim tegas.
Sementara Myungsoo tersenyum sinis pada Sungyeol.
“ah...mianhe saya juga gak tahu sangsaenim,hehe
!” Sungyeol menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia menjawab dengan
santai tanpa merasa bersalah.
“huh,,, dasar bodoh!!” dengus Myungsoo, yang
spontan didengar Sungyeol.
“apa kau bilang, aku bodoh?” Sungyeol melihat
Myungsoo dengan tatapan tajam. Myungsoo tidak meresponnya dan tetap
memperhatikan papan tulis, yang menurutnya lebih bagus ketimbang yoeja cantik
yang disampingnya.
“aishhh...!” sakin kesalnya Sungyeol tak
sadar bahwa bukunya penuh coret-coretan pulpen. Yang sedari tadi ia coret-coret
sendiri karena kesal menghadapi hari ini yang menyebalkan. Namun tatapan
Sungyeol ntah kemana. Bukunya masih ia coret-coret dengan semangat.
“hey..... lihat bukumu!!” Ujar Myungsoo
pelan, namun tatapannya masih fokus ke depan kelas.
“mwo?hah...!!!!” Sungyeol kaget melihat
bukunya yang sudah penuh dengan tinta pulpen, ia mendengus kesal karna harus
menulis ulang materi-materi pelajaran Yuri sangsaenim. Sepertinya benasr ini
hari pertama yang sangat menyedihkan untuk Sungyeol
“Sungyeol ada apa denganmu!!!” gumam Sungyeol
dalam hatinya sambil menepuk-nepuk kedua pipinya. Myungsoo melihatnya dengan
wajah yang memprihatinkan melihat Sungyeol.
bel istirahat berbunyi...
Sungyeol langsung menuju ke toilet, ingin
membasuh wajahnya yang terlihat seperti orang yang sangat malang.
Sungyeol berjalan sambil merundukkan
kepalanya. Tiba-tiba seseorang menghalangi jalannya. Sungyeol berhenti, lalu
menengadahkan kepalanya.
“Yeolli !” Namja yang berdiri tepat di hadapannya
itu adalah kekasihnya. Ia tersenyum dan mengusap rambut Sungyeol.
“Namu !” Sungyeol tak membalas senyum
kekasihnya, wajahnya terlihat sangat menyedihkan.
“kau kenapa yeolli ?”
“ hem... hari ini sangat menyebalkan, takkah
kau lihat aku begitu berantakan??”
Sungyeol mengpotkan bibirnya.
“tapi kau tetap cantik!!” Woohyun Mencoba
menyamangati kekasihnya itu. Ia mengerti Sungyeol terlihat kurang bersemangat
hari ini. Beda dengan Sungyeol yang sebelumnya selalu ceria, ramah, dan
bersemangat.
“ditambah lagi, sosok anak baru yang
menyebalkan!!” sungyeol menghentak-hentakan kakinya kesal.
“ya sudah, lupakan saja ne!!” Woohyun
merangkul pundak Sungyeol dan mengajaknya ke kantin.
Kini mereka duduk berhadapan. Sungyeol
menekukkan tangannya pada wajahnya.
“yeolli, apakah kau mau pergi ketaman
bermain, malam minggu ini?” Woohyun mencoba membuat Yeol kembali ceria. taman
bermain adalah tempat yang sangat Sungyeol suka. Disaat ia sedih ia akan pergi
kesan untuk bermain-main dan melepaskan seluruh kesedihannya.
“ne... aku mau!” tiba-tiba wajah Sungyeol
berubah menjadi ceria. ia bertepuk tangan dengan senyum lebarnya yang membuat
pipinya semakin terlihat cubby. Woohyun yang melihatnya mencubit pipi Sungyeol.
Sementara Sungyeol hanya meringis kesakitan.
Beberapa menit kemudian bel berbunyi. Seluruh
murdi kembali kekelasnya maing-masing.
Sungyeol memasuki ruang kelasnya, tepay di
XI. A . Dan kembali menghadapi Namja bermuka datar dan dingin. Mereka tak ada
berbincang sedikitpun, hingga bel pulang sekolah berbunyi. Sungyeol
melangkahkan kakinya mendahului Myungsoo. Sungyeol berjalan menuju parkir,
karena seorang kekasihnya sudah menunggunya disana.
“ Namu!” teriak Sungyeol dengan senyum lebar
dan melambaikan tangannya pada Woohyun.
Woohyun pun tersenyum melihat kekasihnya yang terlihat Cute.
Langkah Sungyeol terhenti, ketika melihat
Namja bermotor hitam yang menyipratinya tadi, ya Ia Myungsoo.
“hem,ternyata Namja Angkuh itu !!” Sungyeol
menatap tajam ke arahnya dan mengepalkan tangannya keras.
“Sungyeol, kau melihat apa? Ayo naik?” mobil
yang dikendarai Woohyun kini sudah berada disampingnya.
“ani... aku tidak ada melihat apa2!” Sungyeol
berbohong, padahal dari tadi ia memperhatikan Namja yang membuat harinya sukses
dari GoodMOod menjadi Badmood.
Myungsoo
Home
Myungsoo berbaring di kasurnya, ia mendengar
earphonenya, mendengarkan lagu Amazing dari Infinite. Tiba-tiba nampak pesan
masuk dari hpnya.
From
: Jongie
Myungii,
kau sedang apa? Apa kau sibuk ?” ^^
Myungsoo tersenyum membaca pesan darinya.
Dengan ligat ia membalas pesan Sunjong.
To :
jongii
“ani....
aku sedang memikirkanmu! Hehe !”
From
: Jongii
Hem,
maukah kau makan malam dengan ku jam 19.00 ini di cafe Infinite?^^
To :
jongii
Ne
aku mau!! ^^
From
: Jongii
Kita
langsung ketemu disana saja ne?
To :
Jongii
Its
okeyy..... ^^ jongii my love.
Tepat pukul 18.59, Myungsoo datang ke cafe
Infinite, ia membuka pintu cafe itu. Ia melihat sudah ada kekasihnya Sungjong
disana sedang duduk bersama dengan seorang Namja, mereka bercakap dengan sangat
akrab. Myungsoo menghampiri Sungjong dengan wajah senyum, walaupun hatinya
sedikit tak menerima ia bersama Namja Lain.
“Myungsoo, mari duduk!” Myungsoo duduk tepat
di depan Sungjong. Sementara Sungjong duduk berdampingan dengan seorang Namja,
yang tak pernah lihat Sebelumnya.
Seorang pelayan menghampiri mereka dengan
senyum.
“silahkan pesanannya?” pelayan itu
menyodorkan menu pada mereka.
“sebentar ne, kami mau lihat-lihat dulu!”
ucap Sungjong dengan senyum singkat.
“Jongii!” ucap Myungsoo pada kekasihnya itu,
seolah tatapannya menanyakan siapa namja itu.
“ne...!”
“siapa dia?”
“aku kekasihnya, Nam Woohyun !” ujar Namja
itu memotong pembicaraan mereka. Ia menjulurkan tangannya pada Myungsoo seolah
mengajaknya untuk berjabat tangan.
“mwo?” Mata Myungsoo memerah dan nampak
kecewa. Tangannya mengepal keras dari balik meja.
Myungsoo tak tahu harus marah, haruskah dia
memutuskan Sungkong sekarang juga, atau dia harus mengajar Namja berengsek yang
sudah merebut kekasihnya. Kini perasaannya tersayat seperti pisau menyayat hatinya.
Matanya memerah menahan air matanya yang ingin keluar. Ia merasa dikhianati
oleh Sunjong yang sudah bersama selama satu tahun. Myungsoo berpikir apa yang
kurang darinya, jelas-jelas aku lebih tampan darinya.
Sementara Sungjong merasa tak bersalah dengan
apa yang diucapkannya barusan. Ia merasa Myungsoo tak kecewa dengan apa yang ia
katakan barusan, karena Myungsoo terlihat tersenyum singkat dengan Sungjong.
Padahal senyum itu seperti berkata seolah “ Sungjong kau berhasil menyakitiku,
apakah kau puas?”.
TBC...
Mianhe, kalau ada kesalahan atau kekurangan,
semoga kalian suka! ^^
Apakah yang akan terjadi selanjutnya???
ayo
tebak-tebak!! ^^
please, like And Komentarnya.. Gomawo!! ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar