Selasa, 23 Juli 2013

myungyeol fanfiction/ MAGIC RING PART 1



Titte                 : MAGIC RING
Cast         : Kim Myungsoo, Lee Sungyeol, Nam Woohyun, Lee Sungjong, Hoya,Jang  Dongwo and Other Cast.
Part          : 1 of ?
Genre      : Romance fiksi

Annyeong... nih FF ke 2 saya, nih ide asli mampir ke otak saya. Semoga kalian suka! ^^,
Thanks banget yang udah baca!! ^^

MAGIC RING
By me Tarii

Happy reading...

Seorang gadis cantik dengan rambut panjang yang terurai turun dari bus. Jarak ia dengan  gerbang tinggal 30 meter lagi. Ia berjalan dengan senyuman penuh ceria. Ia tersenyum sambil membayangkan wajah kekasihnya yang sudah seminggu ini tak terlihat, karena liburan akhir semester. Kalian bertanya kenapa mereka tak bertemu ? sebab kekasihnya liburan ke rumah neneknya yang ada di Jepang.

“aku tak sabar bertemu.........”perkataannya terpotong karena sebuah motor melewatinya dengan Kencang hingga seragam Sungyeol kotor karena terkena percikan air.
“aishh.....!” ia mendengus kesal, dan membersihkan air percikan yang membuat baju dan roknya kotor. Ia berjalan dengan perasaan tidak senang, moodnya hilang, karena dia sudah berusaha tampil cantik di hari pertama masuk school.


“ahhh, bagaimana jika aku terlihat seperti ini, jika nanti bertemu!!” Sungyeol mendegus kesal disepanjang perjalanannya menuju kelas. Ia ingin meminta pertanggung jawaban seorang pendengadara motor yang berhasil membuat momen yang sangat menyenangkan hari ini.
Tiba di kelas, Sungyeol kaget melihat seluruh temannya sudah berada di kelas. Termasuk Yuri Sangsaenim. Sungyeol hanya berdiri kikuk di dekat pintu. Dengan ragu-ragu Sungyeol menyapa seluruh yang ada di ruangan itu.


“ Annyeong!” Senyum terpaksa dari bibir Sungyeol, kali ini dia benar-benar merasa malu dan kikuk.
“Sungyeol, kenapa seragam kamu kotor!” ujar Yuri Sangsaenim dengan tatapan heran.
“hem.... Ini semua gara-gara Namja bermotor hitam itu!!! Ujar Sungyeol kesal.
“aku ingin membunuhnya, kalau aku bertemu dengannya!!” Sungyeol menghentak-hentakkan kakinya.

Seseorang memasang wajah tajam di balik pintu, karena mendengar perkataan Sungyeol.
“yasudah, Yeol kau boleh duduk disana, ada bangku yang tersisa untukkmu!”
“hem, kenapa harus mendapatkan bangku paling belakang dan paling pojok!!” Sungyeol mendengus kesal, dan menghela nafas panjang. Mungkin hari ini hari yang sangat menyebalkan buat Sungyeol, hari pertama School harus berpakaian dengan seragam kotor dan dapat bangku yang paling belakang pula. Kini kepalanya seperti tertimpa beban sebesar 1000 ton!!


Sungyeol duduk di bangku dengan menelungkupkan wajahnya. Ia terlihat badmood hari ini, dan semangatnya hilang total.
“perhatian, kita kedatangan murid baru!” seorang Namja memasuki ruangan kelas Sungyeol  dan kini semua murid memperhatikannya dan seolah mereka semua berkata “Waw”.
“perkenalkan diri kamu!” 

“naneun.... Kim Myungsoo Imnida, aku pindahan dari LA!” Ucap Myungsoo dengan datar tanpa senyuman. Semua mata terpana dengan sosok Namja berparas Tampan. Mereka semua bergumam seolah mengatakan “ he is perfect !” 

“baiklah Myungsoo, kau bisa duduk dengan Sungyeol disana!” Yuri sangsaenim mengarah pada bangku Sungyeol. Sungyeol masih tak menyadari bahwa ada anak baru yang akan duduk di sampingnya.


“mwo? Aku duduk disana?” ia tak percaya akan duduk dengan seorang yeoja yang tadi baru mengejekknya.  Myungsoo baru pertama ini menemukan gadis yang sangat menyebalkan seperti Sungyeol. Kesan pertama disekolah harus berhadapan dengan gadis yang sama sekali Myungsoo tak tertarik melihatnya.

“ne, Myungsoo kau duduk dengan SungYEol!!” uacap Yuri Sangsaenim dengan sedikit penekanan.
Sungyeol langsung mengangkat kepalanya dan melihat pemandangan didepan.
“siapa Namja itu, ia ganteng juga, !! ah... Andwae, Namu lebih tampan dan berkharisma di banding dia!” gumam Sungyeol dalam hati.


Myungsoo, berjalan menuju kursi yang berada samping Sungyeol. Dan ia langsung duduk tanpa, ada say hello pada Sungyeol.
“cih,,, namja ini sombong sekali!” tatapan sinis Sungyeol seketika melihat Myungsoo yang terlihat angkuh.
“apa kau bilang?” pendengaran Myungsoo ternyata tajam, sehingga ia bisa mendengar perkataan Sungyeol yang nyaris membuat amarahnya ingin meledak. Namun karena ia seorang gadis dan mereka berada dikelas, Myungsoo hanya mendengus kesal melihat gadis yang kini berada disampingnya.
“tidak ada apa-apa!” Sungyeol membuang mukanya, yang kini terfokus pada Yuri sangsaenim.



Yuri sangsaenim menjelaskan pelajaran Matematik, begitu banyak rumus tertulis disana. Sungyeol yang melihatnya seperti mau pingsan, dan seolah-olah ia melihat rumus-rumus itu berterbangan dan melayang ke seluruh isi kelas. Ia menguap disepanjang pelajaran Yuri sangsaenim. Namun , berbeda dengan Myungsoo yang terlihat sangat bersemangat menulis dan mengerjakan soal yang ditulis yuri sangsaenim.


“Sungyeol !!” teriak Yuri Sangsaenim pada Sungyeol yang terlihat mengantuk dan menguap dari tadi. Sungyeol langsung melihat jelas ke arah Yuri sangsaenim. Ia seperti orang bodoh disetiap pelajaran eksac. Ah... ada apa denganmu Sungyeol!!


“Sungyeol, apa kau mengantuk lagi?? Sampai kapan kau akan bersemangat dipelajaran ini??” Ucap Yuri sangsaenim tegas. Sementara Myungsoo tersenyum sinis pada Sungyeol.
“ah...mianhe saya juga gak tahu sangsaenim,hehe !” Sungyeol menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia menjawab dengan santai tanpa merasa bersalah.
“huh,,, dasar bodoh!!” dengus Myungsoo, yang spontan didengar Sungyeol.
“apa kau bilang, aku bodoh?” Sungyeol melihat Myungsoo dengan tatapan tajam. Myungsoo tidak meresponnya dan tetap memperhatikan papan tulis, yang menurutnya lebih bagus ketimbang yoeja cantik yang disampingnya.

“aishhh...!” sakin kesalnya Sungyeol tak sadar bahwa bukunya penuh coret-coretan pulpen. Yang sedari tadi ia coret-coret sendiri karena kesal menghadapi hari ini yang menyebalkan. Namun tatapan Sungyeol ntah kemana. Bukunya masih ia coret-coret dengan semangat.
“hey..... lihat bukumu!!” Ujar Myungsoo pelan, namun tatapannya masih fokus ke depan kelas.
“mwo?hah...!!!!” Sungyeol kaget melihat bukunya yang sudah penuh dengan tinta pulpen, ia mendengus kesal karna harus menulis ulang materi-materi pelajaran Yuri sangsaenim. Sepertinya benasr ini hari pertama yang sangat menyedihkan untuk Sungyeol
“Sungyeol ada apa denganmu!!!” gumam Sungyeol dalam hatinya sambil menepuk-nepuk kedua pipinya. Myungsoo melihatnya dengan wajah yang memprihatinkan melihat Sungyeol.


bel istirahat berbunyi...


Sungyeol langsung menuju ke toilet, ingin membasuh wajahnya yang terlihat seperti orang yang sangat malang.
Sungyeol berjalan sambil merundukkan kepalanya. Tiba-tiba seseorang menghalangi jalannya. Sungyeol berhenti, lalu menengadahkan kepalanya.
“Yeolli !” Namja yang berdiri tepat di hadapannya itu adalah kekasihnya. Ia tersenyum dan mengusap rambut Sungyeol.
“Namu !” Sungyeol tak membalas senyum kekasihnya, wajahnya terlihat sangat menyedihkan.
“kau kenapa yeolli ?”

“ hem... hari ini sangat menyebalkan, takkah kau lihat aku begitu berantakan??”  Sungyeol mengpotkan bibirnya.
“tapi kau tetap cantik!!” Woohyun Mencoba menyamangati kekasihnya itu. Ia mengerti Sungyeol terlihat kurang bersemangat hari ini. Beda dengan Sungyeol yang sebelumnya selalu ceria, ramah, dan bersemangat.
“ditambah lagi, sosok anak baru yang menyebalkan!!” sungyeol menghentak-hentakan kakinya kesal.
“ya sudah, lupakan saja ne!!” Woohyun merangkul pundak Sungyeol dan mengajaknya ke kantin.
Kini mereka duduk berhadapan. Sungyeol menekukkan tangannya pada wajahnya.
“yeolli, apakah kau mau pergi ketaman bermain, malam minggu ini?” Woohyun mencoba membuat Yeol kembali ceria. taman bermain adalah tempat yang sangat Sungyeol suka. Disaat ia sedih ia akan pergi kesan untuk bermain-main dan melepaskan seluruh kesedihannya.
“ne... aku mau!” tiba-tiba wajah Sungyeol berubah menjadi ceria. ia bertepuk tangan dengan senyum lebarnya yang membuat pipinya semakin terlihat cubby. Woohyun yang melihatnya mencubit pipi Sungyeol. Sementara Sungyeol hanya meringis kesakitan.


Beberapa menit kemudian bel berbunyi. Seluruh murdi kembali kekelasnya maing-masing.
Sungyeol memasuki ruang kelasnya, tepay di XI. A . Dan kembali menghadapi Namja bermuka datar dan dingin. Mereka tak ada berbincang sedikitpun, hingga bel pulang sekolah berbunyi. Sungyeol melangkahkan kakinya mendahului Myungsoo. Sungyeol berjalan menuju parkir, karena seorang kekasihnya sudah menunggunya disana.

“ Namu!” teriak Sungyeol dengan senyum lebar dan  melambaikan tangannya pada Woohyun. Woohyun pun tersenyum melihat kekasihnya yang terlihat Cute.
Langkah Sungyeol terhenti, ketika melihat Namja bermotor hitam yang menyipratinya tadi, ya Ia Myungsoo.
“hem,ternyata Namja Angkuh itu !!” Sungyeol menatap tajam ke arahnya dan mengepalkan tangannya keras.
“Sungyeol, kau melihat apa? Ayo naik?” mobil yang dikendarai Woohyun kini sudah berada disampingnya.
“ani... aku tidak ada melihat apa2!” Sungyeol berbohong, padahal dari tadi ia memperhatikan Namja yang membuat harinya sukses dari GoodMOod menjadi Badmood.


Myungsoo Home

Myungsoo berbaring di kasurnya, ia mendengar earphonenya, mendengarkan lagu Amazing dari Infinite. Tiba-tiba nampak pesan masuk dari hpnya.


From : Jongie
Myungii, kau sedang apa? Apa kau sibuk ?” ^^

Myungsoo tersenyum membaca pesan darinya. Dengan ligat ia membalas pesan Sunjong.
To : jongii
“ani.... aku sedang memikirkanmu! Hehe !”

From : Jongii
Hem, maukah kau makan malam dengan ku jam 19.00 ini di cafe Infinite?^^

To : jongii
Ne aku mau!! ^^

From : Jongii
Kita langsung ketemu disana saja ne?

To : Jongii
Its okeyy..... ^^ jongii my love.


Tepat pukul 18.59, Myungsoo datang ke cafe Infinite, ia membuka pintu cafe itu. Ia melihat sudah ada kekasihnya Sungjong disana sedang duduk bersama dengan seorang Namja, mereka bercakap dengan sangat akrab. Myungsoo menghampiri Sungjong dengan wajah senyum, walaupun hatinya sedikit tak menerima ia bersama Namja Lain.

“Myungsoo, mari duduk!” Myungsoo duduk tepat di depan Sungjong. Sementara Sungjong duduk berdampingan dengan seorang Namja, yang tak pernah lihat Sebelumnya.
Seorang pelayan menghampiri mereka dengan senyum.
“silahkan pesanannya?” pelayan itu menyodorkan menu pada mereka.
“sebentar ne, kami mau lihat-lihat dulu!” ucap Sungjong dengan senyum singkat.
“Jongii!” ucap Myungsoo pada kekasihnya itu, seolah tatapannya menanyakan siapa namja itu.
“ne...!”
“siapa dia?”
“aku kekasihnya, Nam Woohyun !” ujar Namja itu memotong pembicaraan mereka. Ia menjulurkan tangannya pada Myungsoo seolah mengajaknya untuk berjabat tangan.
“mwo?” Mata Myungsoo memerah dan nampak kecewa. Tangannya mengepal keras dari balik meja.

Myungsoo tak tahu harus marah, haruskah dia memutuskan Sungkong sekarang juga, atau dia harus mengajar Namja berengsek yang sudah merebut kekasihnya. Kini perasaannya tersayat seperti pisau menyayat hatinya. Matanya memerah menahan air matanya yang ingin keluar. Ia merasa dikhianati oleh Sunjong yang sudah bersama selama satu tahun. Myungsoo berpikir apa yang kurang darinya, jelas-jelas aku lebih tampan darinya. 


Sementara Sungjong merasa tak bersalah dengan apa yang diucapkannya barusan. Ia merasa Myungsoo tak kecewa dengan apa yang ia katakan barusan, karena Myungsoo terlihat tersenyum singkat dengan Sungjong. Padahal senyum itu seperti berkata seolah “ Sungjong kau berhasil menyakitiku, apakah kau puas?”.

TBC...
Mianhe, kalau ada kesalahan atau kekurangan, semoga kalian suka! ^^
Apakah yang akan terjadi selanjutnya???
 ayo tebak-tebak!! ^^
please, like And Komentarnya.. Gomawo!! ^^





Tidak ada komentar:

Posting Komentar