Minggu, 16 Juni 2013

myungyeol fanfiction / my endless love part 2



Titte            : MY ENDLESS LOVE
Genre        : romance
Cast           : Kim Myungsoo, Lee Sungyeol and Other cast
Part            : 2 of 2
MY ENDLESS LOVE

By me : Tarii

Sungyeol POV

“aku pulang omma!” aku membuka pintu, dan ku lihat ibuku sedang menangis.
“omma, kenapa menangis?” aku terus bertanya pada omma, aku tak ingin melihat omma menangis
“omma, rindu dengan appa?” ya mungkin omma sedang merindukan appa, yang sudah 3 tahun telah meninggal kami.
“ani..., kalau omma menangis, appa akan terlihat sedih disana!” ibu mencoba tersenyum padaku, dan aku tahu bahwa ibu benar-benar sangat sedih malam ini.
“yeolli, ini ada pemberian dari temanmu!”
“siapa omma?”
“Myungsoo!” omma langsung beranjak ke kamarnya. Jantungku selalu berdegup kencang ketika aku mendengar kata “myungsoo”, ketika Dongwo atau hoya memanggil sahahatnya itu dari kejauhan, aku mendengar namanya, degup jantungku spontan berdetak hebat. Padahal aku sama sekali tak begitu mengenalnya. Aneh sekali!
Dan...
Aku merasa aneh, ketika aku bersama woohyun pacarku yang menemaniku selama 5 bulan, aku tak pernah merasa seperti ini.
Aku mengambil sebuah kotak bewarna biru yang berada diatas meja ruang tamu.
Bukankah ulang tahunku besok?
Aku penasaran dengan apa yang ada di dalam kotak itu. Aku langsung melangkah cepat ke kamar ku, dan ku duduk diatas ranjang ku. Dan kini aku siap-siap membuka kotak itu.
Aku melihat beberapa fotoku, begitu Indah dan cantik. Siapa yang memfoto ini? Detak jantungku kini berdegup semakin kencang.
Aku melihat beberapa surat, ada 2 surat dan dua kotak kecil, yang aku tak tahu apa isinya.
Aku buka lembaran surat pertama.
================================================================
20 juni 2009
To : Yeolli
Selamat ulang tahun Sungyeol.
Mianhe, aku tak bisa datang disaat ulang tahunmu, aku tahu kau mengundangku.
saat ini... aku sedang sakit, dan aku sedang dirawat.
Aku menulis surat ini, karena aku tahu aku tak akan bisa datang.
Yeolli....
Aku ingin mengatakan padamu....
Bahwa aku sangat mencintaimu....
Aku tak mampu berkata jujur padamu...
Aku tak sanggup...
Bibirku kelu... yeolli..
Yeolli, aku sungguh –sungguh mencintaimu..
Suatu saat... aku akan mengatakan ini padamu...
Yeolli you’re my first love.....

Kim Myungsoo
===============================================================
Air mataku menetes, aku kini sadar bahwa ada orang yang sangat-sangat mencintaiku.  Tapi... mianhe... aku belum bisa mengingat masa lalu ku denganmu..
Mianhe... myungsoo,
Aku membuka lembaran surat yang kedua.


===============================================================
21 juni 2010
To : Yeolli
Saengil cukka hamnida...
Mianhe, my love... aku tak bisa datang  di hari ulang tahunmu besok.
 Karena mungkin, aku sudah tak lagi disini.
 Aku akan pergi ke Inggris melanjutkan study di salah satu universitas disana.
Berat bagiku meninggalkanmu dan sahabat-sahabatku.
Yeolli....
Aku harap kau bisa bahagia dengan woohyun sahabatku.
Ia orang yang mampu memperlakukanmu jauh lebih baik dariku.
Aku tak seperti dia yang bisa memberi perhatian dan kasih sayangnya padamu.
Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, itu sudah cukup bagiku.
Bagiku cintaku adalah dimana aku bisa setia padamu.
Tahukah kamu??
you’re my first love
ingatkah kau?
Ketika pertama kali kita bertemu,
ketika hujan menyaksikan perkenalan kita.
Ketika payung menjadi saksi perkenalan kita.
Dan ketika itu.......
Aku mulai jatuh cinta padamu...........
Hal yang membuat aku sangat sakit....
Ketika kau hilang ingatan...
Padahal baru saja, kau mengatakan “kau mencintaiku”
Tapi, kecelakaan itu mengubah segalanya.
Kau bersama dengan seseorang yang juga sahabatku.
Tapi....
Ingatlah yeolli...
Cintaku tak pernah berakhir sampai disini.....

Kim Myungsoo
===============================================================
Tuhan.....
Beri aku keajaiban, kembalikanlah ingatanku, tak tahu mengapa perasaanku saat ini tak ingin kehilangannya, tak ingin dia pergi jauh dariku. Aku mohon.. kembalikan ingatanku, kembalikan kenanganku bersamanya.
Walaupun,,, tak ada yang spesial yang aku alami bersamanya. Tapi sekedarnya, ada hari-hari dimana hari itu begitu sangat Indah. Dengan kehadirannya, dengan senyum hangatnya padaku, dengan tatapan penuh cinta, dan dengan kata-kata lembut yang ia katakan padaku.
Tapi...
Aku tak mengingatnya, aku hanya tahu ia seorang yang dingin, datar, dan tidak ramah.
Readers...tabok atau jedukin kepala yeol bareng-bareng yok, biar ingatannya kembali, kayak di film-film kalau kejeduk kembali lagi ingatannya !!! #plak! Abaikan!!
aku melihat dua kotak kecil yang aku tak tahu apa isinya.
Aku membuka kotak yang pertama itu hadiahnya padaku di tahun kedua aku di SMA. Karena tahun sebelumnya kami belum mengenal.
 Aku lihat sebuah kalung dengan liontin berbebenyuk hati.tapi liontin ini hanya setengah, biasanyakan berpasangan, dan aku berpikir bahwa satu lagi ada pada Myungsoo. Dan pada liontin itu berisikan sebuah foto, ituh foto myungsoo dengan wajah yang tersenyum. Ya walaupun ukuran fotonya kecil! Tapi itu sudah cukup bagiku.
Ku buka kotak yang kedua berisi sebuah kaset. Dan aku tak tahu itu kaset apa? Aku mencoba memasang kaset itu di dvd ku. Aku tekan tombol power. Ku lihat dia sedang menyanyikan sebuah lagu berjudul only tears, sepertinya ia meluapkan seluruh perasaannya lewat lagu itu, ia sangat menjiwai lagunya....  suaranya sangat merdu, ini  menjadi hadiah yang paling indah buatku, jauh lebih indah!!
Aku sungguh lelah hari ini, aku tak sanggup... mata ini seperti menguras habis air mataku. Aku ingin tidur dan berharap esok ingatanku kembali,
Please.... give me a miracle.

Pagi harinya
Aku terbangun dari mimpi, mimpi yang mengingatkanku akan sosok seorang namja. Ya ia Kim myungsoo! Oh... tuhan aku tak percaya ini seperti keajaban. Tiba-tiba sakit kepala yang luar biasa datang, ku pegang kepalaku yang menahan sedikit rasa sakit. Aku memejamkan mataku karna sakit ini, sekilas memori ku kembali mengingatkanku akan masa lalu ku, masa dimana aku masih seperti anak-anak, masa dimana aku menjadi seorang remaja SMP, sampai akhirnya sebuah ingatan, dimana hari pertama aku sekolah di SMA , aku melihat seorang namja tampan. Ya ia Myungsoo!
Ingatanku kembali, semua masa laluku kembali hadir dalam memoriku. Aku sudah menyakiti seorang namja yang selama ini aku cintai. Ia memendam perasaannya hanya untukku, sementara aku tak bisa beri apa-apa padanya. Bahkan kini, aku sadar bahwa aku memiliki seorang kekasih.
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tak ingin menyakiti keduanya, aku sadar kini perasaan dan hatiku hanya untuk Myungsoo. Namun, aku memiliki seorang kekasih yang bersamaku selama 5 bulan. Nafasku seperti tercekat saat ini, inginku teriak melepaskan rasa sesak di dada, namun rasa sesak ini tak sebanding dengan apa yang Myungsoo rasakan...
Mianhe... Myungsoo!!
 Kini air mataku tak bisa ku tahan, ia mengalir deras membasahi pipiku. Jerit sakit yang kurasakan... mungkin, Myungsoo sudah tak disini! Aku terlambat ! aku terlambat!

•••

Myungsoo duduk di kursi penumpang paling pinggir di dekat jendela pesawat. Ia menangis, nafasnya tercekat, rasa sangat sesak di dadanya. Ia seolah ingin menjerit dan meluapkan rasa sesak di hati. Namun, ia merasa ini sebuah pengorbanan dan kesetian, dimana ia harus melepaskan orang yang ia cintai. Dimana Myungsoo harus menemukan hal yang baru tanpa orang yang ia cintai yaitu Sungyeol.

4 tahun kemudian........
Sungyeol duduk bersama kekasihnya, di sebuah cafe mereka duduk berhadapan dan saling memandang. Ya mereka baru menikah satu minggu yang lalu.
“yeolli, apakah kau bahagia menikah denganku?” namja itu memegang telapak tangan Sungyeol dan mengusapnya lembut
“tentu, aku bahagia! Jawab Sungyeol dengan senyum singkat
“apakah kau tidak menyanyanginya?”
“ya aku menyanginya tapi aku memilihmu!” Sungyeol memegang tangan kekasihnya itu yang juga suaminya.
“yeolli, ini ada surat dari seseorang yang dulu mencintaimu!”  ujarnya pelan.
===============================================================
To : Yeolli

Yeolli... selamat ne!! Aku sangat bahagia kau sudah menikah dengan sahabatku,
aku juga disini sangat bahagia karena aku telah menemukan seorang yeoja yang baik sepertimu..
tapi.. aku tahu!  tidak ada orang yang sepertimu,
kau beruntung mendapatkan dia, dia orang yang mampu menjaga dan melindungimu...
aku  akan menikah dengannya pada hari senin depan yang akan datang. Aku harap kalian bisa datang..
untuk sahabatku.........
jaga yeolli baik-baik, jangan pernah kau sakiti dia, araso??
Semoga kalian selalu bahagia!!


By : Nam Woohyun
===============================================================

Mereka terlihat bahagia membaca surat itu. Ya mereka itu adalah Kim Myungsoo dan Lee sungyeol. Mereka kembali bertemu, dengan kesetiaan Myungsoo pada Sungyeol membuat cinta mereka bersatu. Mereka bersatu melalui pertemuan tak terduga.
Flashback on

Sungyeol POV
Aku sudah putus dengan Woohyun setahun yang lalu, itu setelah dua tahun kepergian Myungsoo. Aku mencoba bertahan dalam hubungan ku dan Woohyun, tapi ternyata Woohyun memutuskanku, karena ia tahu bahwa Myungsoo yang sahabatnya sendiri sudah lama mencintaiku.
Aku tak tahu jelas, ia mengetahui itu darimana. Hah... aku sempat berpikir bahwa itu sebuah keajaiban cinta, atau kekuatan cinta. Yang jelas ku masih menunggu namja itu kembali padaku. Aku yakin kesetiaan akan membawaku kembali bersamanya.
Hingga dua tahun aku menunggu, aku sempat berpikir keajaiban cinta itu ada. Aku langsung ke halte bus, dimana aku pertama kali bertemu dengan Myungsoo. Mungkin ini konyol, tapi... aku seperti terhipnotis oleh kata  ‘Miracle’.
Aku duduk di pinggir samping jendela. Aku menikmati udara menerpa wajahku, tanpa sadar aku sudah berhenti di halte berikutnya. Ntah mengapa hatiku mengatakan bahwa “ jangan turun, cintamu akan datang sebentar lagi!”.
 Aku mendegar alunan musik Indah, aku seperti terbawa suasana, lagu ini mengingatkanku akan seorang namja tampan, ia adalah cinta pertamaku. Dan lagu ini, sungguh sangat cocok, lagu ini berjudul First love by Utada Hikaru.

Aku menolehkan kepalaku kesamping. Aku sangat terkejut yang kulihat kali ini adalah namja tampan yang sangat ku cintai. Aku berusaha mengedip-ngedipkan mataku beberapa kali, aku menepuk kedua pipiku, karena aku takut ini mimpi! Aku melepaskan headset yang terpasang ditelingaku.
Wajahnya tidak melihat padaku. Ia melihat ke arah lain. Ntah apa yang ia lihat aku tidak tahu.
“Myungsoo- ssii?” ujar ku pelan agak sedikit ragu dan aku melihat jelas sebuah liontin yang kini melingkar dilehernya. yang kini aku juga memakainya.
“ne!” ia menolehkan wajahnya padaku!
Kini jantungku berdegup kencang, lebih kencang dari bus yang aku naiki sekarang.
“yeolli!” Myungsoo langsung menyapaku dan  tersenyum padaku, senyum yang tulus yang sudah lama sekali tidak terlihat.
“kau sudah kembali ?” tanyaku mencoba memecah rasa canggungku.
“ne, aku baru saja kembali!” dia kembali tersenyum padaku.
“myung!” panggilku pelan padanya. Kini mata kami saling bertemu.
“ada apa yeolli?” ucapnya pelan.
“apa kau sudah menikah ?” tanyaku yang saat ini terlihat kikuk.
“ne... bentar lagi aku akan melamarnya!”
“siapa dia myung?”
“dia.................... dia  adalah kau !” Myungsoo tersenyum padaku. Wajahku kini seperti kepiting rebus.

Aku menangis haru mendegar ucapannya. Kini ku sadar cinta  bukan hanya sekedar ucapan mesra atau dengan perlakuan yang lembut terhadap pasangannya. Tapi, bagiku cinta dimana kita mampu setia pada orang yang kita cintai. Dan ini bukti bahwa Myungsoo mencintaiku. Ia pernah berkata “cintaku tak berakhir”.
Flashback off.

Sungyeol duduk tepat di depan Myungsoo, ia menatap setiap inci wajahnya. Ia sangat bersyukur mendapat seorang suami seperti sosok myungsoo. Sungyeol mengetik sesuatu di handphone nya.
Kring,... suara hp Myungsoo menandakan ada pesan masuk. Myungsoo langsung mengambil hp yang berada di kantong kemejanya.
From : yeolli cubby
Myungi, ternyata kau seorang yang sangat romantis padahal sebelumnya kau tak pernah menyentuhku.

Myungsoo tersenyum melihat pesan dari istrinya itu. Ia langsung membalas
To :  yeolli cubby
Yeolli sayang, aku tak mau menyentuhmu sebelum kau jadi istriku, karena aku tak mau merusak kehormatanmu. Jadi sekarang aku bisa menyetuhmu sebab kau adalah istriku. Hehehe!

Sungyeol tersenyum melihat pesan suaminya itu.
To : my love
Ne... aku mengerti, aku sangat bahagia bisa bersamamu... saranghae myungi!!

“saranghae yeolli!” myungsoo memegang kedua tangan Sungyeol, dan mereka saling tersenyum dan saling memandang.


Sungyeol POV                    
Ia seorang yang mampu mencintaiku dengan segala kesetiannya dan pengorbanannya. Ia seorang namja yang misterius yang mampu membuatku gila! Mampu membuat jantungku berdegup kencang saat bersamanya. Dia memang tak seperti namja lain yang berlaku mesra pada pasangannya. Ia memang berbeda, tapi itu yang membuat aku mencintainya.
Cintaku tak pernah berakhir sampai disini myungsoo.
J
Ketika cinta harus bersabar,,,,,
ketika cinta harus butuh pengorbanan,,,,
ketika cinta harus menguras air mata,,,,,
dan ketika cinta bersatu dalam ikatan kesetiaan,,,
sesuatu kata sederhana yang disebut “CINTA”

END

Mianhe.. reader kalo nggak bagus, soalnya nih ff pertama saya.
Sorry saya gak banyak tahu bahasa korea ! tahunya ’ NE/ANI ‘ hehehe...........
Harap dimaklumi !!!
Semoga kalian suka dengan FF nih ya !!
Tolong komentar dan like nya, hehe # ngarep. ^^

2 komentar:

  1. Bagus koo Tarii^^ Semangat yahh .. Ayo buat lagi yang lebih bagus dari ini..

    saya suka penjabaran kamu tentang 'Cinta'

    BalasHapus
  2. hehehe...... thank kak....!!! U.u... !! semangat!!!

    BalasHapus