Minggu, 16 Juni 2013

myungyeol fanfiction/ my endless love part 1



Tittle    : MY ENDLESS LOVE
Genre : romance
Part     : 1 of 2
Cast    : Kim Myungsoo, Lee Sungyeol and other cast.

Hai teman-teman, saya baru pemula dalam menulis ff.
Ini ff pertama saya, sorry kalau nggak bagus2 amat.
Saya harap reader pada suka ya? Hehe.

Ketika kita harus memendam perasaan, dan melihat orang yang sangat kita sayangi atau kita cintai bersama dengan sahabat kita. Ketika kita pergi meninggalkan orang yang kita cinta, mampukah kita tetap bertahan dan setia untuk tetap mencintainya !!

MY ENDLESS LOVE
By me : tariii

Happy readings...


Seorang namja berdiri menyendiri dibalkon gedung sekolah tepat pada lantai dua, ia Myungsoo. Ia  memasang earphone ditelinganya, menikmati alunan musik yang seolah mengerti perasaannya saat ini, angin mulai berhembus menerpa wajahnya yang sendu. Tetes air mata tanpa sadar membasahi kedua pipinya. Ia  melihat seorang yoeja cantik yang selama hampir 3 tahun ini  ia cintai. Ia duduk bersama seorang namja yang bernama Nam woohyun.

Perasaan sakit dan tersayat kini menguasai hati Myungsoo. Ingin rasanya ia menjerit diatas gedung ini, dan mengatakan “ aku mencintaimu Sungyeol!” hanya kata itu yang ingin Myungsoo sampaikan, namun bibirnya kelu untuk katakan itu, karena kini gadis yang ia cintai telah menjadi kekasih sahabatnya sendiri Nam woohyun.

Myungsoo hanya meruntuki dirinya, yang begitu pengecut sampai memendam perasaan yang selama hampir 3 tahun ini tersimpan rapih di hatinya. Ia masih menangis dan sambil tersenyum mengingat awal mereka pertama kali berjumpa.
•••
“omma, aku pergi dulu ne!!” teriak Myungsoo kepada ibunya, yang langsung berlari menuju halte Bis.
Dia menunggu, Bis yang cukup lama. Hingga akhirnya muncul bis yang tengah di tunggu-tunggu Myungsoo. Dia duduk di pinggir dekat jendela, Angin menerpa wajahnya yang tampan. Ia tersenyum menatap hari yang sangat cerah ini. Namun seketika cuaca kali itu berubah menjadi mendung, hingga hujan pun akhirnya turun. Wajahnya nampak kurang bersemangat seketika cuaca mulai berubah.
Bis itu tiba-tiba mogok. Jarak ke sekolah masih 200 meter. Ia mengacak-ngacak rambutya kesal, dan beranjak turun mengikuti penumpang yang juga terlihat kesal karena mogok disaat yang tidak tepat.
“aish, kenapa harus hujan disaat seperti ini !”. Akhirnya Myungsoo turun, dengan memegang  kepalanya mencoba melindungi dirinya dari hujan. Tiba-tiba sebuah payung melindungi tubuhnya dari hujan.
“annyeong, kamu mau kesana juga kan?” sapa seorang yoeja pada Myungsoo.

Myungsoo POV
Aku lihat sebuah payung melindungiku dari hujan yang deras.
“annyeong, kau mau kesana juga kan?” ia tersenyum sambil mengarahkan telunjuknya pada arah sekolah kami. Jantung ku berdegup kencang ketika ia menyapa dan tersenyum padaku.  Baru kali ini, aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku.aku menatapnya, Ia sangat cantik, bibirnya yang merah, dan pipinya yang cubby.
“hey apa kau baik-baik saja?” tanyanya sambil melambaikan tangannya tepat di depan wajahku.
“ah... nee, aku baik-baik saja!” aku tersenyum padanya. Kali ini aku seperti orang yang kikuk di dekatnya, karena jarak kami yang dekat, dan juga payung ini yang tidak terlalu besar.
“kajja!” ia tersenyum dan melangkahkan kakinya, seolah mengajakku untuk berjalan bersama menuju sekolah. Aku hanya tersenyum melihat gadis ini. Tingkahnya lucu dan membuatnya semakin cute.

Kami akhirnya sampai sekolah. Ia melepaskan payung nya  dan ia lipat kembali. Ia tersenyum padaku, dan sedikit berlari menuju kelas. Ia tersenyum dan  melambaikan tangannya padaku.
“hey, namamu siapa?”  teriakku padanya.
“namaku Lee Sungyeol!” teriaknya.
“namaku Kim Myungsoo! teriakku padanya, sambil menerbarkan senyum tulusku padanya. Ntah mengapa kini jantungku berdetak hebat. Aku tak pernah merasakan sesuatu ini sebelumnya. Apakah aku jatuh cinta ?

•••

Ia tersadar dari lamunannya. Ketika seorang namja menepuk pundaknya dari belakang.
“hei, myungsoo sedang apa kau disini!” hingga namja tampan bernama Myungsoo pun, menoleh kebelakang dan menyeka air matanya cepat-cepat.
“ani, aku hanya..... menikmati udara segar dari atas sini, hehe!” senyum terpaksa dari bibir Myungsoo pada sahabatnya Hoya.
“kau serius? Aku melihat kau tak terlihat baik hari ini!!” Hoya mengusap pundak Myungsoo, seolah Hoya mengerti apa yang dirasakan sosok namja tampan ini.
“hem, aku baik-baik saja, jangan mengkhawatirkan aku ne??” Myungsoo menepuk pundak Hoya. Dam mereka saling tersenyum mencoba membangkitkan semangat kembali. Hoya merangkul pundak sahabatnya untuk kembali ke kelas.
Myungsoo tak pernah menceritakan pada siapapun, perasaannya terhadap Sungyeol. Baik itu pada sahabatnya Hoya, Woohyun ataupun Dongwo. Myungsoo memendamnya dalam-dalam, karna ia tak ingin dengan ini, persahabatannya dengan woohyun berakhir.
Bel berbunyi, siswa-siswi keluar kelas. Sementara Myungsoo masih duduk di bangkunya. Ia mengingat kejadian 1 tahun yang lalu.
Flashback on
Myungsoo memang orang yang terlihat angkuh, karena ia tak pernah sedikitpun dekat dengan yoeja. Namun, hanya Sungyeol yang mampu membuatnya bersikap ramah, dan manis tapi hanya pada Sungyeol, ingat hanya pada sungyeol!!!
Sepulang sekolah itu myungsoo, menghampiri Sungyeol ke kelasnya. Ia berencana ingin mengajak seongyeol ke tempat yang sangat disukai Myungsoo.
Suara langkah kaki memasuki ruangan yang hanya tertinggal beberapa orang dikelas. Satu persatu mereka keluar, hingga sesosok gadis cantik masih duduk dan merapikan buku-bukunya sambil memasukkannya ke dalam tas.
“annyeong!!” seru Myungsoo dengan senyuman yang tulus. Myungsoo menghampiri gadis itu.
“myungsoo, ada apa?” ujar Sungyeol lalu membalas senyuman Myungsoo.
“ani, aku hanya ingin mengajakmu ke tempat yang aku sukai, apakah kau mau?”
“ne, aku mau !!” ia tersenyum ceria dan bertepuk tangan.
“tapi, kenapa kau ajak aku kesana?” tanya Sungyeol heran.
“ah, aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu!” Myungsoo tersenyum malu, sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“ne, kita berjumpa jam 3 sore ya?” senyum masih terpancar di wajah Sungyeol
“baik, nanti aku jemput ne!”. Mereka berjalan keluar kelas, dan pulang bersama menaiki sebuah bus.
Sungyeol terlebih dulu turun dari bus itu. Ia lalu turun dan melambaikan tangannya pada Myungsoo yang duduk di dekat jendela.
“Myungsoo sampai ketemu nanti, jangan lupa jemput aku ne!!!” teriak Sungyeol yang terlihat ceria.

Myungsoo POV
Aku senang sekali hari ini. Aku bisa mengajak sungyeol untuk pergi bersamaku. Ntah apa yang kurasakan kini, jantung ku berdetak tak beraturan. Apa yang harus kukatakan nanti padanya. Haruskah aku ungkapkan perasaan ku?? Bagaimana aku mengungkapkannya??oh ayolah myungsoo kau harus berani, kau bukan seorang pengecut, kau sudah mempersiapkan ini jauh sebelumnya, kau sudah berlatih cara bagaimana menyatakan cinta! Apa susahnya bilang “ Saranghae yeolli!”. Aaaa.... myungsoo kau pasti bisa!!! FIGHTING!!!
∞∞
Myungsoo bersiap-siap untuk menjemput Yeol. Sebelum nya Ia, bingung harus memakai pakaian apa, hingga akhirnya Ia memakai baju kaos biru dengan jaket hitamnya juga celana jeansnya. Hum, ia terlihat sangat tampan. Ia bercermin membenahi tata rambutnya. Ia sedari tadi hanya senyum-senyum sendiri, membayangkan ia bersama dengan Yeol di tempat favorite nya.
Dengan sigap dan langkah sedikit berlari ia langsung menuju garasi mobil. Ia langsung menancapkan gasnya, dan pergi menuju rumah Sungyeol.


Sungyeol POV
“tin...tin..” suara ku dengar suara klakson mobil. Ku lihat dari jendela  ada sebuah mobil berada tepat di depan rumahku. Ku perhatikan mobil itu. Hingga seorang namja tampan keluar dari mobil. Ya dia Myungsoo. Oh tuhan... aku sangat gugup, aku langsung bercermin apakah penampilan ku sudah baik atau belum, aku menghela nafas, dan mencoba menyemangati diri.

Ku dengar bel pintu rumah. Itu pasti Myungsoo. Omma membukakan pintu untuknya, ku lihat ia dari lantai atas. Aku belum ingin turun, aku ingin tahu apakah ia akan ramah pada omma ku??

“ada apa nak?” ucap omma ku padanya. Ia langsung meraih tangan ommaku dan menyalaminya. Oh.. dia sangat sopan!! Aku terkagum-kagum melihat dirinya.

“saya ingin bertemu dengan yeolli anjumma!” Myungsoo menunduk hormat pada omma Sungyeol.
 senyum terpancar dari bibirnya. Oh ia sangat tampan sekali hari ini. Benar saja seluruh yoeja sangat mengaguminya! Namun ia selalu terlihat dingin dengan yoeja lain, mengapa denganku tidak?? Oh apa yang kau pikirkan Sungyeol!!!
“oh ne, dia ada didalam, mari silahkan duduk nak!” omma mempersilahkan ia duduk. Aku heran sebelumnya omma tak pernah bersikap ramah pada temanku apalagi seorang namja. Oh ada apa denganmu Yeol?? Aku menepuk pelan kepalaku.
∞∞

“yeolli, ada temanmu!!!” teriak seorang yoeja paruh baya,ia  omma sungyeol. Sungyeol langsung turun dengan santai. Ketika sungyeol turun dari tangga. Myungsoo menatapnya dengan senyuman, hingga kini tatapan mereka bertemu. Kini pipi sungyeol terlihat memerah,ia langsung menundukkan pandangannya.
“yeolii, kau sangat cantik sekali! Gumam Myungsoo dalam hati ketika melihat Sungyeol yang baru muncul. Ia memakai dress berwarna biru,dengan jepit berbentuk pita yang menempel Indah di rambutnya, kok bisa sama ya warna pakaiannya?? Jodoh mungkin hehe.
Sungyeol duduk tepat di samping ommanya. 
“anjumma, apakah saya boleh meminta izin untuk pergi dengan yeolli?”
“oh, ne tentu!! Tapi jangan lama-lama ya, araso?” ujar omma Sungyeol yang dibarengi dengan senyuman dan matanya memandang myungsoo dan Sungyeol.
“oh, ne.. anjumma, gomawo!!” senyum terpancarkan dari bibir Myungsoo.
Kemudian mereka pergi dan berpamitan pada omma sungyeol. Di dalam perjalanan, tidak ada suara apapun, hanya ada keheningan.
Sungyeol POV
Oh tuhan, ia memanggilku dengan sebutan yeolli, ia pun terlihat sangat ramah dan sopan kepada omma ku. Aku seperti tak melihat Myungsoo yang terlihat dingin dan datar saat ini. Tapi mengapa jika disekolah ia jarang berbicara padaku, paling hanya sekedar menyapaku! Dan kalau kami bertemu itu juga karena acara yang dibuat-buat sahabat Myungsoo yang bernama Dongwo, ataupun Hoya, yang juga kenal dekat denganku.

Sungyeol, menepuk kedua pipinya. Myungsoo melihat dengan tatapan heran dan bingung dengan sungyeol yang bertingkah seperti itu. Namun meskipun begitu Sungyeol semakin terlihat menggemaskan.
“yeolli, kau kenapa?” tanya Myungsoo heran.
“ah, ne..? aku tidak apa-apa, Hehe!” Sungyeol terlihat malu akan sikapnya yang aneh.
“oh harusnya aku yang bertanya, ada apa denganmu tuan Kim Myungsoo?” tanya Sungyeol pada myungsoo dengan nada suara yang sedikit dikeraskan.
“maksudnya, ?” tanya Myungsoo, sambil fokus menyetir.
“hem, kau kan terlihat dingin dan datar selama ini, kenapa kau tiba-tiba mengajakku? Aku jadi bingung!” sungyeol menatap Myungsoo dengan wajah yang terlihat imut.
“ah ne? Apakah aku tidak boleh menjadi myungsoo yang manis untuk saat ini?” jawab Myungsoo dengan senyum nya yang membuat orang akan pingsan.
“hehe, tentu boleh!!” ia tersenyum sangat ceria dengan pipinya yang terlihat semakin cubby ketika tersenyum lebar. Myungsoo yang melihatnya, seperti ingin mencubit pipinya.
Tiba-tiba mobil berhenti di tengah perjalanan.
“apakah kita sudah sampai Myungsoo?” Sungyeol melihat sekitarnya, dengan wajah yang bingung. Namun sungyeol makin terlihat, errr imuet!

Mereka pun turun dari mobil. Myungsoo dan Sungyeol kini saling berhadapan.
“yeolli bisakah kau balikkan badanmu, aku mau menutup matamu!” ucap Myungsoo lembut.
“mo? Apa yang ingin kau lakukan?” tanya sungyeol heran. Lalu Myungsoo membalikkan tubuhnya.
“tenang,tidak akan terjadi apa-apa!” ujar Myungsoo lembut. Sementara Sungyeol hanya terdiam dan Myungsoo segera menutup mata Sungyeol dengan kain. Setelah itu Myungsoo memegang pundak Sungyeol untuk mengiringnya kembali memasuki mobil.

Akhirnya sampai juga di tempat yang amat Myungsoo suka. Ketika ia sedih ataupun senang, ia akan kemari.ia suka tempat ini ketika  Suasananya sedang tak begitu ramai, dan sedikit hening.
“kita sudah sampai!!” Myungsoo berbicara penuh ceria. Dan Myungsoo langsung memegang pundak Sungyeol dan mengiring nya kesebuah kursi. Dan mereka duduk bersama disana.
“kau tahu tidak tempat ini?” tanya Myungsoo, sambil menghirup udara yang amat segar dan sejuk.
“tidak,!”
Myungsoo membuka perlahan kain penutup mata Sungyeol.
“terereng..... !!”
“wah, ini pantaii!!!” Sungyeol menikmati suasana yang ia lihat kali ini. Ia menghirup udara yang begitu sejuk dan segar. Ia  berdiri dan merentangkan tangannya.
“apakah kau suka?” tanya Myungsoo yang kini sudah berada disampingnya.
“tentu aku suka!”
 Sungyeol tiba-tiba langsung memeluk myungsoo. Kini Myungsoo seperti melayang, dan jantungnya makin berdegup dengan kencang, wajahnya panas dan pipinya memerah.
“ah, maaf!” Sungyeol melepas pelukannya, ia melihat myungsoo kini,seperti seorang yang kikuk. Sungyeol berlari dan meloncat-loncat seperti anak kecil yang baru saja di beri hadiah. Myungsoo melihat seongyeol yang kini semakin terlihat cute.

Kini mereka duduk berdampingan di pasir pantai.
“yeolli!”ujar Myungsoo lembut.
“ne?”
“aku ingin mengatakan sesuatu padamu yeolli!” ucap Myungsoo sedikit canggung.
“katakan saja!” ujar Sungyeol lembut.
“saranghae yeolli!”
“nado saranghaeyo!!”

Myungsoo POV
Aku kini berada disampinya, mampukah aku untuk mengatakannya? Ayolah myungsoo kau pasti bisa! Kau tak perlu memendam lama-lama perasaan ini. Kau sudah menyukainya selama dua tahun ini!! Akhirnya aku mencoba bertanya padanya.
“yeolli!” ujarku dengan suara lembut.
“ne?”
“aku ingin mengatakan sesuatu padamu yeolli!”
“katakan saja!” ujar Sungyeol lembut matanya masih menatap takjub pemandangan yang ada didepannya.
“saranghae yeolli !” aku berharap bahwa Sungyeol memiliki perasaan yang sama denganku. Aku berharap...
“nado saranghaeyo!”
Apa dia memiliki perasaan yang sama denganku, oh tuhan ... aku tak percaya ini. Aku tak bisa berkata apa-apa, hanya perasaanku yang tahu!

Sungyeol POV
“aku ingin mengatakan sesuatu padamu yeolli!” ucapnya lembut dan sedikit terlihat canggung. Ntah mengapa jantungku berdegup sangat cepat.
“katakan saja!” ucapku, yang mencoba berusaha tak terlihat gugup di sampingnya.
“saranghae yeolli !” ucapnya lembut.
 Telinga ini mendengarnya sangat jelas, aku tak percaya ini, dia mencintaiku?? Sejujurnya, aku menyukainya pertama kali aku lihat ia duduk di bus yang sama dengan ku, dimana ketika hujan, aku berusaha menyapanya, dari situ aku mulai menyukainya. Tapi, aku sempat ingin melupakannya, karena ia yang tak pernah berusaha mendekatiku. Karena aku tahu, dia terlihat dingin dan datar. Aku masih tak percaya dia mencintaiku? Aku yakinkan perasaanku.
“nado saranghaeyo!”

••
Suasana hening diantara mereka. Aneh sekali, mereka hanya tersenyum dan saling memandang.
“kajja.. kita pulang!” ucap Sungyeol yang memegang tangan Myungsoo.
Dan mereka pun pulang. Di perjalanan , masing-masing hanya senyum-senyum sendiri. Ya namanya sedang jatuh cinta. Tiba-tiba mobil dari arah berlawanan melaju cepat ke arah mobil yang ditumpangi Myungyeol.

Brakkkk....
Myungsoo dan Sungyeol mengalami kecelakaan . Sungyeol mengalami luka yang amat serius dibagian kepalanya. Kejadian ini, mengubah segalanya, kecelakaan ini membuat Sungyeol hilang ingatan. Sejak itu, Myungsoo seolah menjadi sosok yang asing dimata Sungyeol. Ia melihat Myungsoo bagai orang asing yang tak pernah ia kenal. Sungguh sakit perasaan Myungsoo saat itu.
 Kejadian itu mengubah semuanya, namun tidak halnya bagi myungsoo yang masih mencintainya. Myungsoo sadar sungyeol tidak akan ingat kalau dia mencintai myungsoo. Sulit baginya untuk mendekati Sungyeol, baginya cinta itu bukan hanya diungkapkan tapi dibuktikan dengan kesetiaan.
Selang beberapa bulan kejadian kecelakaan itu. Muncul lah sosok bernama Woohyun yang juga sahabat Myungsoo. Ia sekelas dengan Sungyeol, hingga terjadilah pendekatan pada mereka. Myungsoo berusaha untuk tetap bertahan dalam tangisnya menahan rasa cinta yang terpendam.
Awalnya Myungsoo senang dengan kehadiran sahabatnya itu. Sahabatnya yang telah kembali dari Amerika. Tapi ternyata tidak juga!! Ia mendekati sosok gadis yang Myungsoo kagumi selama ini. Dan bahkan Myungsoo harus menerima kenyataan pahit bahwa Sungyeol berpacaran dengan Wooohyun.

Flashback off


Seorang namja menghampiri Myungsoo yang terlihat seperti seorang yang sedang melamun.
“hey!!!” namja itu menepuk pundak Myungsoo. Hingga Myungsoo tersadar dan menengadahkan kepalanya pada sosok namja yang berada disampinya.
“apa kau baik-baik saja?” ujar Hoya
“ne, aku baik-baik saja!” senyum dipaksakan terlontar dari bibir myungsoo.
“aku tidak yakin kau baik-baik saja!” tatap Hoya dengan penuh selidik.
“aku baik-baik saja!”ucap Myungsoo dengan malas.
“aku tahu kau tidak sedang baik, kau jangan bohong padaku!!”
“Ah terserah lah!” Myungsoo mengacak-ngacak rambutnya dan beranjak pergi meninggalkan kelas.
“YA... Myungsooo!!!  Tunggu aku! Ada yang ingin aku katakan padamu!” hoya sedikit berlari mengejar Myungsoo.
“apa kau mau datang ke ultah Sungyeol?”
:”mo? Yeoll?”
“ne, apa kau mau datang?”
“mungkin!” jawab Myungsoo pelan sambil menundukkan pandangannya.
“kau tidak pernah datang ke ultah Sungyeol, kau kenapa sih?” tanya hoya heran. Yang kini tangan hoya merangkul pundak Myungsoo.
“....” tidak ada jawaban dari Myungsoo, ia hanya menghelan nafas.
Hoya pun, tak bertanya apa-apa lagi pada Myungsoo, karna ia sadar sahabatnya sedang tidak baik moodnya. Mereka berjalan ke tempat parkir dan berpisah karena keduanya membawa kendaraan.

Myungsoo, berdiri di lantai paling atas gedung sekolah. Ia menatap langit yang cerah ,menikmati hiliran angin berhembus menerpa wajahnya, ia menghela nafas panjang, dan merentangkan kedua tangannya.
 perasaannya kali ini sungguh sangat sakit, karena setelah ini ia akan lanjut kuliah ke Inggris. Ia akan meninggalkan orang yang kini masih sangat-sangat mencintainya. Ya ia adalah Sungyeol!!
Hoya,Dongwo, menghampiri Myungsoo yang saat ini sedang menyindiri. Ia menghindari keramaian acara perpisahan kelulusan mereka.
“hey, kau selalu saja disini!!” ujar Dongwo yang merangkul pundak myungsoo, yang saat ini tepat di sampingnya. Sementara Hoya disamping kiri Myungsoo.
“ah, ne... aku sangat menyukai tempat ini, tempat ini sangat tenang!” myungsoo tersenyum dan menghirup panjang udara sejuk saat ini,
“hey, apa kau akan datang besok ke ulang tahun Sungyeol?” tanya Hoya yang menepuk punggung tangan myungsoo.
“hem, ani....!” ujar Myungsoo pelan.
“wae?” tanya Hoya dan Dongwo serentak
“hem, aku akan melanjutkan study ku di Inggris, dan besok aku akan berangkat!”
“mo, kenapa kau tak bilang pada kami sebelumnya?”  ujar Hoya yang sedikit kesal.
“....” tak ada suara dari bibir myungsoo.tes..... air mata turun dari wajah Myungsoo.
“ada apa denganmu Myung?” tanya Dongwo pelan.
“sebenarnya, aku menyukai Sungyeol, jauh sebelum woohyun mengenalnya.” Ujar Myungsoo terbata-bata karena kini, isak tangis dan deraian air mata terpampang jelas di wajah myungsoo. Getaran dari punggung Myungsoo terlihat jelas oleh dua sahabatnya itu.
“mo? Mianhe! Kami tak pernah menyadari itu myung!” Hoya mengelus pundak myungsoo.
“mengapa kau tak ungkapkan itu myung ?” tanya Dongwo yang kini ikut menangis melihat sahabatnya kini terlihat begitu sedih, sangat sedih!!
“sudah, sebelum kecelakaan itu terjadi!” Myungsoo masih berbicara terbata-bata dan menundukkan kepalanya.
“lupakan dia myung, aku yakin kau bisa lewati ini semua!” ujar Hoya yang pelan.
“..............” tidak ada jawaban dari Myungsoo.
Perpisahan saat itu tidak ada hal yang spesial atau menyenangkan, Myungsoo, Dongwo dan Hoya berkumpul, menangis bersama meluapkan kesedihan mereka. Dongwo dan Hoya yang akan berpisah dengan sahabatnya Myungsoo. Dan myungsoo yang juga akan meninggalkan cintanya dan sahabatnya.

Myungsoo home.
Myungsoo POV
Aku mencari sebuah kotak yang berisi benda, surat dan foto2 yang berisi semua tentangnya. Aku akan memberikan semuanya malam ini. Aku tak berharap dia akan mengingatku bahkan mencintaiku. Tapi aku hanya ingin tahu bahwa AKU MENCINTAINYA.
Aku membuka lemariku. Ku lihat sebuah kotak bewarna biru. Ku ambil dan ku buka kembali kotak itu. Semuanya masih terlihat Indah dan tak ada rusak sedikitpun. Ku ambil beberapa foto, pada lembaran foto pertama, ku lihat dia sedang berdiri membelakangi ku.
 Lembaran foto yang kedua ku potret dia yang sedang meloncat karena terlalu senang berada di pantai. Lembaran foto yang ketiga ku potret dia yang sedang berjalan di tepi pantai dengan kakinya yang tersibak air laut. Ini semua foto yang aku ambil diam-diam , hari dimana aku menyatakan perasaan ku padanya.
Dan aku lupa...
Satu foto yang sangat aku sukai. Ku ambil fotonya ketika ia sedang berada di kelas. Aku mengambilnya dengan diam-diam dari balik jendela. aKu berhasil mengambil fotonya yang sedang tersenyum lepas. Sepertinya aku memiliki bakat menjadi seorang fotografer.
Aku harap...
Kau akan menyukai semua ini Sungyeol.

Aku langsung berjalan menuju bagasi mobilku.aku langsung menuju rumah Sungyeol.
Akhirnya , aku sampai dirumah seorang gadis yang kucintai.
“tok...tok...tok...!”

Seorang yoeja paruh baya membuka pintu rumahnya.
“Myungsoo, mari masuk nak!” yoeja itu omma Sungyeol.
“ne!” aku menganggukkan kepalaku dan tersenyum padanya.
Setelah masuk rumah itu. Aku langsung meraih tangannya dan menyalaminya dengan rasa hormat. ia hanya tersenyum padaku.
“kenapa kau sudah lama sekali tak kemari?” tanyanya.
“hem, ne... aku sibuk anjumma!” aku bohong.
“hem anjumma, aku ingin memberikan ini pada Sungyeol!” aku meletakkan kotak biru itu di meja.
“hem, sungyeol sedang tidak ada disini, ia pergi bersama temannya!”
“anjumma.” Ujar Myungsoo, seolah ingin meminta suatu penjelasan.
“ada apa Myungsoo?”
“apakah ingatan yeol sudah kembali?” tanya Myungsoo penuh harap, bahwa pujaan hatinya itu dapat mengingat kembali.
“belum myungsoo” Omma Sungyeol itu pun langsung menyeka air matanya yang tiba-tiba menetes.
“mianhe... anjumma, aku!”
“kau tak perlu meminta maaf nak, Sungyeol memang ilang ingatan, tapi ia tak akan lupa dengan orang yang menyayanginya , termasuk anjumma!”  Wanita paruh baya itu tersenyum dan mengusap pundakku, ia tahu kalau mataku memerah karena menahan air mata.
“kalau gitu, aku pamit dulu anjumma!” ujar ku sambil mengangukkan kepalaku.
“ne...kau sangat baik sekali nak, aku doakan kau akan bahagia dengan orang yang kau cintai!”

“aku harap begitu!”gumamku dalam hati, aku tersenyum dan berpamitan pada omma Sungyeol, lalu meninggalkan rumah itu.

TBC
Hai readers  saya harap kalian suka sama ff saya ya?
Thanks banget yang udah baca, jangan lupa komentar dan likenya
Gomawo!! ^^ 

2 komentar: