Titte
: MAGIC RING
Cast
: Kim Myungsoo, Lee Sungyeol, Lee Sungjong, Nam woohyun, Kim Sunggyu, Hoya,
Jang Dongwo dan other Cast.
Genre
: Romance fiksi
Part
: 2 of ?
Aku tak tahu part ini bagus atau tidak. Tapi
ini lah yang aku pikirkan! Aku harap kalian membacanya. Gomawo ^^
MAGIC RING
By me Tarii
“aku kekasihnya, Nam Woohyun !” ujar Namja
itu memotong pembicaraan mereka. Ia menjulurkan tangannya pada Myungsoo seolah
mengajaknya untuk berjabat tangan.
“mwo?” Mata Myungsoo memerah dan nampak
kecewa. Tangannya mengepal keras dari balik meja.
Myungsoo tak tahu harus marah, haruskah dia
memutuskan Sungjong sekarang juga, atau dia harus mengajar Namja berengsek yang
sudah merebut kekasihnya. Kini perasaannya tersayat seperti pisau menyayat
hatinya. Matanya memerah menahan air matanya yang ingin keluar. Ia merasa
dikhianati oleh Sunjong yang sudah bersamanya selama satu tahun ini. Myungsoo
berpikir apa yang kurang , jelas-jelas dia lebih tampan darinya.
Sementara Sungjong merasa tak bersalah dengan
apa yang diucapkannya barusan. Ia merasa Myungsoo tak kecewa dengan apa yang ia
katakan barusan, karena Myungsoo terlihat tersenyum singkat dengan Sungjong.
Padahal senyum itu berkata seolah “
Sungjong kau berhasil menyakitiku, apakah kau puas?”.
Part
2
“hemm.. mianhe... Myungsoo !!” ucap Sunjong
dengan wajah menyesal seketika melihat Myungsoo dengan mata yang memerah
menahan air matanya. Ia memegang tangan Myungsoo seolah membujuk Myungsoo untuk
memaafkannya.
“lupakan saja!!” ujar Myungsoo ketus. Myungsoo
langsung berlari keluar cafe, dan pergi meninggalkan mereka. Myungsoo
meneteskan air matanya tepat didepan pintu cafe.
“hem, untuk apa aku menangis, dia bahkan
senang-senang dengan Namja penggoda itu!”
ia mendengus kesal, dan pergi mengendarai motornya dengan kencang.
Myungsoo, merasa dikhianati oleh Sungjong yang menemaninya selama satu tahun
ini. Ia tak tahu apa penyebab semua ini. Apa Myungsoo tidak perhatian pada
Sungjong? Tentu Myungsoo perhatian,. Jadi apa yang salah?
Keesokan
harinnya......
Myungsoo melihat dirinya di cermin, menata
rapih dasinya, dan membenahi gaya rambutnya.
Kringggggggggggggg...........
Ponsel Myungsoo berbunyi, ia melangkahkan
kakinya mengambil ponsel yang berada diatas bantal.
From
: Jongii
Mianhe...
Myungsoo, aku tak bermaksud menyakitimu....
Hanya
saja.... L
Myungsoo dengan wajah sedikit kecewa dengan
kekasihnya. Ia ingin tak membalas, tapi
ia masih sayang pada kekasihnya itu. Ia langsung meraih handphonenya.
To :
Jongii
Hanya
saja apa, Sunjong ?”
From
: Jongii
Hanya
saja, aku mau mengucapkan,,,
“
SAENGIL CUKKA HAMNIDA MY LOVE !”
Myungsoo heran, ia terkejut dengan pesan
Sungjong, dan wajah Myungsoo terkesan bingung, seolah berkata “ apa benar aku
ulang tahun hari ini?” ia mencoba mengingat hari apa ini? Dan benar ini hari
ulang tahunnya. Ia tertawa terbahak-bahak mengingat dia yang menangis karna
ulah Sungjong.
To :
jongii
aku tak menyangka kekasihku akan melakukan hal
seperti tadi malam, dan mengejutkan ku hari ini ^^ kau bisa saja jongiie, gomawo!!
From
: Jongii
Ne...
mianhada, aku sengaja!!! :-D Kim
Myungsoo-ssi!!!
Apakah
kau bahagia?”
Kemarin
itu, sepupuku!!
Mereka saling mengirim pesan, Myungsoo
seperti anak kecil yang dibodohi oleh orang dewasa. Ia tersenyum-senyum sendiri
menerima pesan dari kekasihnya Sunjong. Ia salah paham dengan kekasihnya
Sungjong. Myungsoo tak salah jika ia kecewa pada perlakuan Sungjong tadi malam
yang membuatnya patah hati dan cemburu.
At
school....
Myungsoo berjalan dengan santainya, dengan
wajah yang memancarkan bahwa dirinya sedang bahagia. Langkahnya terhenti
setelah melihat seorang gadis didepannnya. Sungyeol mengulurkan tangan kanannya
tepat didepan dada Myungsoo, seolah berkata ‘ STOP’
“hey, mau apa kau? Minggir!!” Myungsoo
menghempaskan tangan Sungyeol. Sungyeol menatapnya
tajam.
“beraninya kau! Kau kan yang menyiprati aku
kemarin??” ujar Sungyeol keras dan Ketus, tangannya memegang kedua
pingganggnya.
“hem aku tak sengaja!” ujar Myungsoo santai,
tanpa rasa bersalah. Ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke kelas.
“kau Namja, SOMBONG, ANGKUH, SOK GANTENG!!!
Semua ada padamu! Kau sama sekali tak merasa bersalah! Dasar!” bukannya sombong
dan angkuh sama ya ? Myungsoo yang mendengarnya langsung berbalik, dan menatap
Sungyeol tajam.
“kau, Gadis JELEK,KIKUK DAN BODOH mana ada
Namja yang mau mendekatimu!” ucap Myungsoo dengan ketus, Sehingga seluruh murid
yang ada di kelas memperhatikan Myungsoo dan Sungyeol seperti Kucing dan Tikus.
Mereka saling menatap dengan tajam lalu
saling membuang muka mereka masing-masing.
in class.........
Park sangsaenim masuk ke kelas dan matanya menyapu seluruh yang ada diruangan.
“perhatiannya, dua minggu lagi akan diadakan
perlombaan dan penampilan Drama. Dan sebelum itu terjadi kita akan berkemah,
dan saya akan bentuk per grup masing-masing dua orang.”
“wah, ada acara apa Park sangsaenim?” tanya
salah seorang murid bernama Dongwo.
“hem, nanti kalian akan tahu, saya akan
bacakan kelompoknnya!”
Beberapa kelompok sudah dibacakan sangsaenim.
Sungyeol penasaran siapa partnernya. Ia berharap bukan orang yang disampingnya
yang akan se Grup dengannya.
“Sungyeol partnermu Kim Myungsoo!”
“mwo ?”
ucap mereka serentak dan saling menoleh.
“hem, apa ada yang ingin komentar dengan
kelompok yang sudah saya umumkan?” Park Sangsaenim melihat keseluruh murid.
Sungyeol mengangkat tangannya. Seolah ingin
memberikan tanggapan.
“sangsaenim, kenapa saya harus bersamanya,
dia kan Namja !” Sungyeol menatap tajam ke wajah Myungsoo, Myungsoo pun merespon dengan
tatapan killernya
“hem, dengar kalian tidak akan tidur dalam
satu tenda! Tapi kalian akan bersama ketika
perlombaann antar kelompok dimulai!!” jelas Park sangsaenim.
Sungyeol dan Myungsoo yang mendengarnya
langsung menghela.
Tak
lama kemudian , Bel istirahat berbunyi.......
“yeolli,!! “ panggil seorang yeoja, ia
Dongwo.
“ne..., hey sudah lama kita tak bersama!”
ujar Dongwo dengan senyum khasnya. Ia sahabat Sungyeol yang selalu menemaninya.
ia seorang yang sangat ceria, salah satu yang Sungyeol suka dari Dongwo adalah
Bibirnya yang seksi.
“ne....lagi-lagi kau menambah libur
panjang!” Sungyeol menyerlingkan matanya
sambil tersenyum pada sahabatnya yang ia kenal 1 tahun ini.
“heheh.... mianhe!! “ Dongwo merangkul
sahabatnya dan mengajak sahabatnya itu ke kantin. Mereka terlihat sangat-sangat
akrab, dua sahabat yang selalu akur.
•••
Seorang namja duduk di bangku kayu meminum air mineralnya, ia Myungsoo. Ia melihat Namja-namja latihan
karate untuk kompetisi yang akan diadakan
dua minggu akan datang. Myungsoo seorang pemain karate juga. Namun
karena ia masih anak baru, jadi ia enggan untuk mengikuti kegiatan itu.
“hey, kau yang disana?” teriak seorang Namja.
Myungsoo menunjuk dirinya sendiri melihat Namja itu dengan heran, seolah
menanyakan, apakah aku yang kau maksud?
“iya!! Ucapnya dengan senyum singkat sambil
melangkahkan kakinya menghampiri Myungsoo.
“ada apa Hyung ?” Tanya Myungsoo dengan wajah
heran.
“hem, apa kau mau bergabung dengan kami?”
tanya Namja itu menepuk pundak Myungsoo.
“ne, aku mau! Ucap Myungsoo semangat.
“baiklah, kudengar kau sudah bermain karate
sebelumnya?” ya tahu dari mana Namja itu
mengenai Myungsoo? Ya jelas tahu, Myungsoo sangat populer disekolah ini.
Padahal baru dua hari ia sekolah, tapi kepribadian luarnya sudah banyak yang
mengetahui.
“ne.., benar! Ucap Myungsoo menggaruk-garuk
kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum simpul.
“ohh...ne baguslah!! Jadi mulai besok kau
latihan ne!!
“baiklah, namamu siapa Hyung?”
“namaku Lee Howon, panggil saja Hoya! Itu
nama beken ku, heheh!!” Hoya terkekeh dan langsung berlari dan bergabung
kembali bersama temannya untuk berlatih. Myungsoo merasa sangat senang hari ini
ia memiliki teman baru, dan karate pula!
Malam
harinya in Sungyeol home
Sungyeol berbaring menyamping kekanan, ia
memeluk bantal gulingnya, dan mengisap jempolnya. Ia seperti anak kecil yang
sedang berbaring. Tapi, sungguh ia terlihat cute, dan menggemaskan. Bahkan
Myungsoo akan mencabut perkataannya bahwa Sungyeol Jelek. Apakah Myungsoo tak memperhatikan bahwa Sungyeol
itu manis.
Hem, dua hari ini, sungguh sangat
menyebalkan... Sungyeol harus menghadapi Namja yang super angkuh dan dingin
itu. Hari-harinya, akan sangat tidak menyenangkan, karena tiap hari harus
melihat dan berhadapan dengan Namja Angkuh bernama Kim Myungsoo.
“ Ia pikir ia itu ganteng. Yah... memang
seluruh yeoja mengaguminya,, tapi tidak untuk aku l!! Aish... kau sangat
menyebalkan! Kenapa aku harus duduk disampingmu!! Ahhh.... “ Sungyeol mendengus
kesal sambil menghentak-hentakkan gulingnya.
“Dan kanapa aku harus satu grup dengan Namja
menyebalkan itu!!! Ah ini tidak Adil!!” Sungyeol mengacak-acak rambutnya. Sepertinya Sungyeol benar-benar
sangat membenci Namja itu
“Andwae!!!! Kanapa aku memikirkannya....
seharusnya aku memikirkan Kekasihku.”
Ia merasa bingung dengan pikirannya, yang terus
terlintas akan sosok Namja Angkuh bernama Kim Myungsoo itu. Wajahnya yang
datar, dan dingin terus terlintas di pikirannya. Sepertinya Sungyeol sedang
sakit saat ini!
“kringggggggggggggggggg “ suara hp Sungyeol berbunyi, menandakan ada
panggilan masuk, dengan cepat ia meraih ponselnya.
“Annyeong ?” ucap Sungyeol.
“yeolli,!” ucap Woohyun .
“hem, ada apa Namu?” ucap Sungyeol yang kini
wajahnya berubah menjadi manis.
“ani.... apa kau bisa datang ke cafe Infinite
malam ini?”
“oh... ne tentu!!” ucap Sungyeol dengan
ceria.
“baiklah, ku tunggu di cafe, jam 19.00 ne?”
“sippp Namu!!”.
Sungyeol langsung bersiap-siap. Ia memakai
gaun bewarna putih, dengan pita rambut yang menghiasinya. Ia memadang dirinya
didepan cermin, memandang dirinya, yang terlihat cantik malam ini.
Ia langsung bergegas ke Cafe. Kini jam berada
pada pukul 19.05 menit. Ia langsung buru-buru pergi, dan akhirnya Sungyeol
sampai. Langkah Sungyeol berhenti ketika sudah berada didepan woohyun.
“kau, sedang apa disini?” ujar Sungyeol pada Myungsoo
heran. Woohyun dan Sungjong tak kalah heran dengan sikap Sungyeol.
“Aku mau makan disini dengan pacarku!” ujar
Myungsoo selo sambil menatap sungjong.
Sungyeol duduk dan masih dengan wajah
bingung.
“hem, ya sudah biar jangan bingung, kenalkan
naneun Sungjong pacar Myungsoo!” ujar Sungjong dengan senyum singkat dan
menyulurkan tangannya kepada Sungyeol.
“naneun Sungyeol pacar Woohyun!” mereka
berjabat tangan dan saling tersenyum.
“sebenarnya ada acara apa ini?” Sungyeol
menatap pada Sunjong, Woohyun lalu Myungsoo.
“hem, ini acara ulang tahun Myungsoo!”
“kau ulang tahun!! Kalau begitu selamat ne!”
Sungyeol mencoba ramah pada Myungsoo. Padahal dalam hati Sungyeol ia merasa
enggan untuk berkata manis pasa Myungsoo.
“hem!” Myungsoo hanya berdeham.
Makan malam itu seperti makan malam yang
sangat canggung. Selera makan Sungyeol hilang karena harus berhadapan dengan
musuhnya, yang tak lain dan tak bukan ialah Myungsoo.
“hey, apa yang kau lihat?” Myungsoo menyadari
bahwa sedari tadi Sungyeol memperhatikannya.
“Andwae, jangan terlalu percaya diri!” Ujar
Sungyeol selo sambil membuang wajahnya dari hadapan Myungsoo.
Selesai makan mereka beranjak untuk pulang. Tak
ada obrolan yang seru dan mengasyikkan, Sungyeol dan Myungsoo hanya terdiam dan
sibuk berkutilk dengan handphone mereka. Sungjong dan Woohyun yang sedari tadi
mengobrol dengan santai, karena kekassih mereka terlihat badmood, maka mereka
memutuskan untuk pulang.
“hem , Sungyeol kau pulang dengan Myungsoo
saja, karena arah kami dan kalian berbeda, bagaimana?” ujar Sungjong. Myungsoo
heran dengan Sungjong yang menyuruhnya untuk pulang dengan wanita lain. Apakah
Sungjong tidak cemburu!
“myungie, aku pulang dengan oppa woohyun
saja, kau tidak apa-apa kan?” Ucap Sungjong tersenyum dan memegang pundak
Myungsoo. Myungsoo hanya menganggukkan kepalanya. Sementara Sungyeol hanya
menuruti kata-kata Sungjong. Dari pada harus pulang sendirian!
Suasana hening didalam mobil. Myungsoo hanya
fokus ke depan, dan Sungyeol melihat pemadangan disampingnya dari balik
jendela.
“rumahmu dimana?” ujar Myungsoo dengan suara
yang terlihat lembut. Sementara Sungyeol mendengarnya tersenyum sendiri, kagum
dengan sosok Myungsoo yang terlihat dingin, ternyata bisa lembut pikirnya. Ia
tersadar dalam pikirannya.
“rumahku sebentar lagi sampai, nanti kalau
aku bilang berhenti, maka kau harus berhenti!”
Myungsoo yang mendengarnya sedikit terkekeh,
karena nada suaranya terdengar seperti anak kecil yang meminta sesuatu!”
Sungyeol melihat Myungsoo heran yang
tiba-tiba tertawa sendiri. Walaupun tawanya tidak keras dan berlebihan.
“stop!! Sini saja!” ucap Sungyeol.
Sungyeol langsung keluar dari mobil itu. Dan
ia mengucapkan terimakasih dari sisi jendela yang terbuka. Ia tersenyum pada Sungyeol. ntah apa yang
dirasakan Myungsoo, ia perhatikan ternyata Sungyeol gadis yang cantik, ia
sampai tak menyadari bahwa ada gadis yang semanis dia. Seharusnya ia tak pantas
mengatakan pada Sungyeol bahwa dia Jelek. Myungsoo bermain-main dalam
pikirannya sambil tersenyum seperti orang gila.
In
Sungyeol Home
Sungyeol berbaring diranjangnya dengan
merangkul teddy bear bewarna putih. Ia tersenyum, ia bermain-main dalam
pikirannya. Ia membayangkan Myungsoo yang tersenyum padanya beberapa menit yang
lalu. Ia sadar ternyata Myungsoo tuh seorang Namja yang tampan, senyumannya
membuat jantungnya berdesir. Seketika Sungyeol sadar, dan berteriak “Andwae!!!”
Sungyeol mengacak-acak rambutnya.
“Dia adalah orang yang sangat menyebalkan,
bagiku dia seorang musuh!!” Batin Sungyeol. Eomma Sungyeol yang mendengar
teriakan Sungyeol dari atas, langsung kaget, dan hampir saja menjatuhkan gelas
yang ia pegang. Dasar, Sungyeol tak kira-kira untuk berteriak.
Keesokan harinya
“Sungyeol!!! Bangun, sudah jam berapa ini?”
Eomma sungyeol teriak tepat didekat telinga Sungyeol. Sungyeol langsung
terduduk dan membelalakkan matanya pada jam dinding kamarnya.
“ANDWAE!!” Sungyeol teriak dan langsung
berlari ke kamar mandi. Eomma Sungyeol
hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang masih belum
mandiri, dan terlalu manja. Setelah mandi ia langsung berpakaian rapih, tak
sempat bercermin ia langsung menuruni tangga dengan berlari menuju dapur.
“eomma, Appa, aku pergi dulu!!” Sungyeol
mencium eommanya dan menyalami Appanya. Ia langsung berlari menuju halte.
“Aish........... kenapa bus tak juga
datang!!’ Sungyeol menghentak-hentakkan kakinya. Tiba-tiba motor hitam berhenti
tepat dihadapannya. Sungyeol menatap heran dan penasaran sosok wajah dibalik
helm itu.
“hey, apa kau mau ikut ?” Myungsoo membuka
helmnya. Sungyeol melihatnya kagum, ketika Sungyeol melihat Myungsoo membuka
helmnya. Seolah dalam hati Sungyeol berkata “wah”
“hey, kenapa kau diam saja!” teriak Myungsoo
pada Sungyeol. yang sedari tadi memperhatikannya. Sungyeol langsung
membelalakkan matanya.
“apa kau tak salah minum obat ?” Sungyeol
menatap heran Namja tampan namun dingin.
“kau bawel sekali, mau ikut atau tidak ?”
Myungsoo Geram dengan Sungyeol yang terlihat bawel seperti burung beo pikirnya.
Myungsoo kau tak sepantasnya berpikir seperti itu.
“baiklah, aku terpaksa!” Ucap Sungyeol sambil
mengerunyutkan bibirnya. Dan wajah Sungyeol benar-benar terlihat sangat manis.
Myungsoo menancapkan gasnya, dan melaju
sangat kencang. Sungyeol yang berada di belakangnya langsung memeluk pinggang
Myungsoo karena ketakutan. Myungsoo yang dipeluknya hanya tersenyum.
Sesampainya disekolah. Sungyeol dengan sigap
turun dari motor Myungsoo. Ia memasang wajah cemberut dengan mulut
digembungkan. Myungsoo yang melihatnya langsung terkekeh.
“kenapa kau tertawa?” Ucap Sungyeol dengan
menyilangkan kedua tangannya di dada.
“apa aku tidak boleh tertawa?” Ucap Myungsoo
ketus. Sungyeol yang mendengarnya hanya berumam-gumam kecil, kesal dengan Namja
ini. Kemarin sifatya berubah sedikit menjadi baik . Sekarang berubah lagi!
“cih...dasar Namja angkuh!!” Sungyeol
langsung membuang mukanya pada Myungsoo, dan berjalan mendahuluinya.
“ya... kau!! Gadis Bodoh!” teriak Myungsoo,
yang membuat orang-orang yang berada disitu menatap mereka heran. Sungyeol tak
menghiraukan ucapan Myungsoo. Percuma saja jika ia melawannya, tak akan pernah
selesai dan selalu ada bentrok.
sepanjang menit yang berlalu mereka hanya
diam, dan sesekali mengeluarkan tatapan tajam. Seolah perasaan benci meluap
dari dua orang ini.
Bel
istirahat berbunyi........
Sungyeol dan dongwo langsung pergi ketaman.
Mereka memakan snack yang baru saja mereka beli. Sungyeol memakan rotinya
dengan wajah yang terlihat kesal. Dongwo menatap heran Sungyeol, seolah berkata
“ ada apa dengan dia? Aneh sekali?.
“Yaa, Sungyeol, ada apa denganmu ? kenapa kau
terlihat begitu kesal?”
“ya, semua karena Namja Angkuh itu!!” Ucap
Sungyeol sambil mengerunyutkan bibirnya.
“kenapa kau sangat membencinya?” Ucap Dongwo
menatap kesamping atas. Karena Sungyeol kali ini sedang berdiri.
“benar, aku sangat membencinya!!! Ia membuat
hariku selalu Badmood!! Kau tahu kan? Aku setiap hari beradu mulut dengannya?”
Sungyeol menghentak-hentakkan kakinya kesal.
“hey, aku tak melihat Sungyeol yang ceria dan
ramah semenjak kedatangan Myungsoo! Lebih baik kau jangan membencinya, dan
segeralah berdamai dengannya!” Ucap Dongwo selo sambil memakan makanannya.
“ya, kau sahabatku atau tidak sih? Kau malah
dengan santainya menjawab dan dengan nikmat kau menyantap makananmu, kau tidak
tahu aku sangat malang!” Ucap Sungyeol
menatap Dongwo dengan kesal.
“ya, aku tak mau ikut campur dengan
masalahmu! Solusi ku adalah kau berdamai dengan Myungsoo, dan itu akan jauh
lebih baik!” Ucap Dongwo tersenyum dan langsung berdiri memegang pundak
Sungyeol.
“hey, tapi.. kenapa kau tadi berangkat sekolah
bersamannya?” Tanya Dongwo heran.
“karena terpaksa,karena bis tak ada muncul di
halte. Dan Namja angkuh itu menawariku tumpangan!”
“wah, So sweet, apakah mungkin dia
Menyukaimu? Sepertinya mungkin saja!” Goda Dongwo.
“ah kau makin menambah Moodku memburuk !”
Sungyeol menggembungkan pipinya.
“hem, terserah kau saja! Apa kau sudah bilang
terimakasih padanya? Jika saja kau tidak berangkat bersamanya, kau akan
terlambat Sungyeoll!!” Ucap Dongwo menepuk-nepuk pundaknya.
Sungyeol sadar ia belum mengucapkan
terimakasih pasa Myungsoo. dia malah mencela Myungsoo.
“ah... dasar pabo!!” Sungyeol menepuk-nepuk
keningnya.
“siapa yang pabo? Kau belum mengucapkannya
yeol?” Tanya dongwo dengan tatapan penuh selidik.
“ne...,! Jawab Sungyeol singkat.
“nah, kalau begitu temui dia ucapkan padanya,
dan berdamailah!”
Sungyeol terdiam dan mencoba mencerna
perkataan Dongwo. Ia berpikir ada baiknya jika pertengkaran ini di akhiri dan
perdamaian jauh lebih baik. Sepertinya Myungsoo sosok yang baik, tak seperti
yang dipikirkan Sungyeol. bahkan dia mau mengajak Sungyeol pergi bersama ,
walaupun dengan wajahnya yang dingin. Ada benarnya juga jika Sungyeol berdamai
dengannya.
Mianhe... jika FF ini sedikit membosankan.
Tapi aku sangat senang jika kalian menyukainya. ^^
Gomawo
chingu... ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar