Selasa, 23 Juli 2013

myungyeol fanfiction/MAGIC RING PART 2



Titte : MAGIC RING
Cast : Kim Myungsoo, Lee Sungyeol, Lee Sungjong, Nam woohyun, Kim Sunggyu, Hoya, Jang Dongwo dan other Cast.
Genre : Romance fiksi
Part : 2 of ?

Aku tak tahu part ini bagus atau tidak. Tapi ini lah yang aku pikirkan! Aku harap kalian membacanya. Gomawo ^^


MAGIC RING
By me Tarii

“aku kekasihnya, Nam Woohyun !” ujar Namja itu memotong pembicaraan mereka. Ia menjulurkan tangannya pada Myungsoo seolah mengajaknya untuk berjabat tangan.
“mwo?” Mata Myungsoo memerah dan nampak kecewa. Tangannya mengepal keras dari balik meja.

Myungsoo tak tahu harus marah, haruskah dia memutuskan Sungjong sekarang juga, atau dia harus mengajar Namja berengsek yang sudah merebut kekasihnya. Kini perasaannya tersayat seperti pisau menyayat hatinya. Matanya memerah menahan air matanya yang ingin keluar. Ia merasa dikhianati oleh Sunjong yang sudah bersamanya selama satu tahun ini. Myungsoo berpikir apa yang kurang , jelas-jelas dia lebih tampan darinya.

Sementara Sungjong merasa tak bersalah dengan apa yang diucapkannya barusan. Ia merasa Myungsoo tak kecewa dengan apa yang ia katakan barusan, karena Myungsoo terlihat tersenyum singkat dengan Sungjong. Padahal senyum itu  berkata seolah “ Sungjong kau berhasil menyakitiku, apakah kau puas?”.


Part 2
“hemm.. mianhe... Myungsoo !!” ucap Sunjong dengan wajah menyesal seketika melihat Myungsoo dengan mata yang memerah menahan air matanya. Ia memegang tangan Myungsoo seolah membujuk Myungsoo untuk memaafkannya.
“lupakan saja!!” ujar Myungsoo ketus. Myungsoo langsung berlari keluar cafe, dan pergi meninggalkan mereka. Myungsoo meneteskan air matanya tepat didepan pintu cafe.
“hem, untuk apa aku menangis, dia bahkan senang-senang dengan Namja  penggoda itu!” ia mendengus kesal, dan pergi mengendarai motornya dengan kencang.
Myungsoo, merasa dikhianati oleh  Sungjong yang menemaninya selama satu tahun ini. Ia tak tahu apa penyebab semua ini. Apa Myungsoo tidak perhatian pada Sungjong? Tentu Myungsoo perhatian,. Jadi apa yang salah?

Keesokan harinnya......
Myungsoo melihat dirinya di cermin, menata rapih dasinya, dan membenahi gaya rambutnya.
Kringggggggggggggg...........
Ponsel Myungsoo berbunyi, ia melangkahkan kakinya mengambil ponsel yang berada diatas bantal.

From : Jongii
Mianhe... Myungsoo, aku tak bermaksud menyakitimu....
Hanya saja.... L
Myungsoo dengan wajah sedikit kecewa dengan kekasihnya. Ia  ingin tak membalas, tapi ia masih sayang pada kekasihnya itu. Ia langsung meraih handphonenya.
To : Jongii
Hanya saja apa, Sunjong ?”

From : Jongii
Hanya saja, aku mau mengucapkan,,,
“ SAENGIL CUKKA HAMNIDA MY LOVE !”

Myungsoo heran, ia terkejut dengan pesan Sungjong, dan wajah Myungsoo terkesan bingung, seolah berkata “ apa benar aku ulang tahun hari ini?” ia mencoba mengingat hari apa ini? Dan benar ini hari ulang tahunnya. Ia tertawa terbahak-bahak mengingat dia yang menangis karna ulah Sungjong.

To : jongii
 aku tak menyangka kekasihku akan melakukan hal seperti tadi malam, dan mengejutkan ku hari ini ^^ kau bisa saja jongiie,  gomawo!!

From : Jongii
Ne... mianhada,  aku sengaja!!! :-D Kim Myungsoo-ssi!!!
Apakah kau bahagia?”
Kemarin itu, sepupuku!!

Mereka saling mengirim pesan, Myungsoo seperti anak kecil yang dibodohi oleh orang dewasa. Ia tersenyum-senyum sendiri menerima pesan dari kekasihnya Sunjong. Ia salah paham dengan kekasihnya Sungjong. Myungsoo tak salah jika ia kecewa pada perlakuan Sungjong tadi malam yang membuatnya patah hati dan cemburu.

At school....
Myungsoo berjalan dengan santainya, dengan wajah yang memancarkan bahwa dirinya sedang bahagia. Langkahnya terhenti setelah melihat seorang gadis didepannnya. Sungyeol mengulurkan tangan kanannya tepat didepan dada Myungsoo, seolah berkata ‘ STOP’

“hey, mau apa kau? Minggir!!” Myungsoo menghempaskan  tangan Sungyeol. Sungyeol menatapnya tajam.
“beraninya kau! Kau kan yang menyiprati aku kemarin??” ujar Sungyeol keras dan Ketus, tangannya memegang kedua pingganggnya.
“hem aku tak sengaja!” ujar Myungsoo santai, tanpa rasa bersalah. Ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke kelas.
“kau Namja, SOMBONG, ANGKUH, SOK GANTENG!!! Semua ada padamu! Kau sama sekali tak merasa bersalah! Dasar!” bukannya sombong dan angkuh sama ya ? Myungsoo yang mendengarnya langsung berbalik, dan menatap Sungyeol tajam.
“kau, Gadis JELEK,KIKUK DAN BODOH mana ada Namja yang mau mendekatimu!” ucap Myungsoo dengan ketus, Sehingga seluruh murid yang ada di kelas memperhatikan Myungsoo dan Sungyeol seperti Kucing dan Tikus.
Mereka saling menatap dengan tajam lalu saling membuang muka mereka masing-masing.

in class.........
Park sangsaenim masuk ke kelas dan  matanya menyapu  seluruh yang ada diruangan.
“perhatiannya, dua minggu lagi akan diadakan perlombaan dan penampilan Drama. Dan sebelum itu terjadi kita akan berkemah, dan saya akan bentuk per grup masing-masing dua orang.”

“wah, ada acara apa Park sangsaenim?” tanya salah seorang murid bernama Dongwo.

“hem, nanti kalian akan tahu, saya akan bacakan kelompoknnya!”

Beberapa kelompok sudah dibacakan sangsaenim. Sungyeol penasaran siapa partnernya. Ia berharap bukan orang yang disampingnya yang akan se Grup dengannya.
“Sungyeol partnermu Kim Myungsoo!”
“mwo ?”  ucap mereka serentak dan saling menoleh.
“hem, apa ada yang ingin komentar dengan kelompok yang sudah saya umumkan?” Park Sangsaenim melihat keseluruh murid.
Sungyeol mengangkat tangannya. Seolah ingin memberikan tanggapan.
“sangsaenim, kenapa saya harus bersamanya, dia kan Namja !” Sungyeol menatap tajam ke wajah  Myungsoo, Myungsoo pun merespon dengan tatapan killernya
“hem, dengar kalian tidak akan tidur dalam satu tenda! Tapi kalian akan bersama ketika  perlombaann antar kelompok dimulai!!” jelas Park sangsaenim.
Sungyeol dan Myungsoo yang mendengarnya langsung menghela.

Tak lama kemudian , Bel istirahat berbunyi.......

“yeolli,!! “ panggil seorang yeoja, ia Dongwo.
“ne..., hey sudah lama kita tak bersama!” ujar Dongwo dengan senyum khasnya. Ia sahabat Sungyeol yang selalu menemaninya. ia seorang yang sangat ceria, salah satu yang Sungyeol suka dari Dongwo adalah Bibirnya yang seksi.

“ne....lagi-lagi kau menambah libur panjang!”  Sungyeol menyerlingkan matanya sambil tersenyum pada sahabatnya yang ia kenal 1 tahun ini.
“heheh.... mianhe!! “ Dongwo merangkul sahabatnya dan mengajak sahabatnya itu ke kantin. Mereka terlihat sangat-sangat akrab, dua sahabat yang selalu akur.

•••

Seorang namja duduk di bangku kayu  meminum air mineralnya, ia  Myungsoo. Ia melihat Namja-namja latihan karate untuk kompetisi yang akan diadakan  dua minggu akan datang. Myungsoo seorang pemain karate juga. Namun karena ia masih anak baru, jadi ia enggan untuk mengikuti kegiatan itu.
“hey, kau yang disana?” teriak seorang Namja. Myungsoo menunjuk dirinya sendiri melihat Namja itu dengan heran, seolah menanyakan, apakah aku yang kau maksud?
“iya!! Ucapnya dengan senyum singkat sambil melangkahkan kakinya menghampiri Myungsoo.
“ada apa Hyung ?” Tanya Myungsoo dengan wajah heran.
“hem, apa kau mau bergabung dengan kami?” tanya Namja itu menepuk pundak Myungsoo.
“ne, aku mau! Ucap Myungsoo semangat.
“baiklah, kudengar kau sudah bermain karate sebelumnya?”  ya tahu dari mana Namja itu mengenai Myungsoo? Ya jelas tahu, Myungsoo sangat populer disekolah ini. Padahal baru dua hari ia sekolah, tapi kepribadian luarnya sudah banyak yang mengetahui.

“ne.., benar! Ucap Myungsoo menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum simpul.
“ohh...ne baguslah!! Jadi mulai besok kau latihan ne!!
“baiklah, namamu siapa Hyung?”
“namaku Lee Howon, panggil saja Hoya! Itu nama beken ku, heheh!!” Hoya terkekeh dan langsung berlari dan bergabung kembali bersama temannya untuk berlatih. Myungsoo merasa sangat senang hari ini ia memiliki teman baru, dan karate pula!

Malam harinya in Sungyeol home

Sungyeol berbaring menyamping kekanan, ia memeluk bantal gulingnya, dan mengisap jempolnya. Ia seperti anak kecil yang sedang berbaring. Tapi, sungguh ia terlihat cute, dan menggemaskan. Bahkan Myungsoo akan mencabut perkataannya bahwa Sungyeol Jelek.  Apakah Myungsoo tak memperhatikan bahwa Sungyeol itu manis.

Hem, dua hari ini, sungguh sangat menyebalkan... Sungyeol harus menghadapi Namja yang super angkuh dan dingin itu. Hari-harinya, akan sangat tidak menyenangkan, karena tiap hari harus melihat dan berhadapan dengan Namja Angkuh bernama Kim Myungsoo.

“ Ia pikir ia itu ganteng. Yah... memang seluruh yeoja mengaguminya,, tapi tidak untuk aku l!! Aish... kau sangat menyebalkan! Kenapa aku harus duduk disampingmu!! Ahhh.... “ Sungyeol mendengus kesal sambil menghentak-hentakkan gulingnya.
“Dan kanapa aku harus satu grup dengan Namja menyebalkan itu!!! Ah ini tidak Adil!!” Sungyeol mengacak-acak  rambutnya. Sepertinya Sungyeol benar-benar sangat membenci Namja itu
“Andwae!!!! Kanapa aku memikirkannya.... seharusnya aku memikirkan Kekasihku.”
Ia merasa bingung dengan pikirannya, yang terus terlintas akan sosok Namja Angkuh bernama Kim Myungsoo itu. Wajahnya yang datar, dan dingin terus terlintas di pikirannya. Sepertinya Sungyeol sedang sakit saat ini!

“kringggggggggggggggggg “  suara hp Sungyeol berbunyi, menandakan ada panggilan masuk, dengan cepat ia meraih ponselnya.
“Annyeong ?” ucap Sungyeol.
“yeolli,!” ucap Woohyun .
“hem, ada apa Namu?” ucap Sungyeol yang kini wajahnya berubah menjadi manis.
“ani.... apa kau bisa datang ke cafe Infinite malam ini?”
“oh... ne tentu!!” ucap Sungyeol dengan ceria.
“baiklah, ku tunggu di cafe, jam 19.00 ne?”
“sippp Namu!!”.

 Sungyeol langsung bersiap-siap. Ia memakai gaun bewarna putih, dengan pita rambut yang menghiasinya. Ia memadang dirinya didepan cermin, memandang dirinya, yang terlihat cantik malam ini.
Ia langsung bergegas ke Cafe. Kini jam berada pada pukul 19.05 menit. Ia langsung buru-buru pergi, dan akhirnya Sungyeol sampai. Langkah Sungyeol berhenti ketika sudah berada didepan woohyun.

“kau, sedang apa disini?” ujar Sungyeol pada Myungsoo heran. Woohyun dan Sungjong tak kalah heran dengan sikap Sungyeol.
“Aku mau makan disini dengan pacarku!” ujar Myungsoo selo sambil menatap sungjong.
Sungyeol duduk dan masih dengan wajah bingung.
“hem, ya sudah biar jangan bingung, kenalkan naneun Sungjong pacar Myungsoo!” ujar Sungjong dengan senyum singkat dan menyulurkan tangannya kepada Sungyeol.
“naneun Sungyeol pacar Woohyun!” mereka berjabat tangan dan saling tersenyum.
“sebenarnya ada acara apa ini?” Sungyeol menatap pada Sunjong, Woohyun lalu Myungsoo.
“hem, ini acara ulang tahun Myungsoo!”
“kau ulang tahun!! Kalau begitu selamat ne!” Sungyeol mencoba ramah pada Myungsoo. Padahal dalam hati Sungyeol ia merasa enggan untuk berkata manis pasa Myungsoo.
“hem!” Myungsoo hanya berdeham.
Makan malam itu seperti makan malam yang sangat canggung. Selera makan Sungyeol hilang karena harus berhadapan dengan musuhnya, yang tak lain dan tak bukan ialah Myungsoo.
“hey, apa yang kau lihat?” Myungsoo menyadari bahwa sedari tadi Sungyeol memperhatikannya.
“Andwae, jangan terlalu percaya diri!” Ujar Sungyeol selo sambil membuang wajahnya dari hadapan Myungsoo.

Selesai makan mereka beranjak untuk pulang. Tak ada obrolan yang seru dan mengasyikkan, Sungyeol dan Myungsoo hanya terdiam dan sibuk berkutilk dengan handphone mereka. Sungjong dan Woohyun yang sedari tadi mengobrol dengan santai, karena kekassih mereka terlihat badmood, maka mereka memutuskan untuk pulang.

“hem , Sungyeol kau pulang dengan Myungsoo saja, karena arah kami dan kalian berbeda, bagaimana?” ujar Sungjong. Myungsoo heran dengan Sungjong yang menyuruhnya untuk pulang dengan wanita lain. Apakah Sungjong tidak cemburu!

“myungie, aku pulang dengan oppa woohyun saja, kau tidak apa-apa kan?” Ucap Sungjong tersenyum dan memegang pundak Myungsoo. Myungsoo hanya menganggukkan kepalanya. Sementara Sungyeol hanya menuruti kata-kata Sungjong. Dari pada harus pulang sendirian!

Suasana hening didalam mobil. Myungsoo hanya fokus ke depan, dan Sungyeol melihat pemadangan disampingnya dari balik jendela.
“rumahmu dimana?” ujar Myungsoo dengan suara yang terlihat lembut. Sementara Sungyeol mendengarnya tersenyum sendiri, kagum dengan sosok Myungsoo yang terlihat dingin, ternyata bisa lembut pikirnya. Ia tersadar dalam pikirannya.

“rumahku sebentar lagi sampai, nanti kalau aku bilang berhenti, maka kau harus berhenti!”
Myungsoo yang mendengarnya sedikit terkekeh, karena nada suaranya terdengar seperti anak kecil yang meminta sesuatu!”
Sungyeol melihat Myungsoo heran yang tiba-tiba tertawa sendiri. Walaupun tawanya tidak keras dan  berlebihan.

“stop!! Sini saja!” ucap Sungyeol.
Sungyeol langsung keluar dari mobil itu. Dan ia mengucapkan terimakasih dari sisi jendela yang terbuka.  Ia tersenyum pada Sungyeol. ntah apa yang dirasakan Myungsoo, ia perhatikan ternyata Sungyeol gadis yang cantik, ia sampai tak menyadari bahwa ada gadis yang semanis dia. Seharusnya ia tak pantas mengatakan pada Sungyeol bahwa dia Jelek. Myungsoo bermain-main dalam pikirannya sambil tersenyum seperti orang gila.

In Sungyeol Home

Sungyeol berbaring diranjangnya dengan merangkul teddy bear bewarna putih. Ia tersenyum, ia bermain-main dalam pikirannya. Ia membayangkan Myungsoo yang tersenyum padanya beberapa menit yang lalu. Ia sadar ternyata Myungsoo tuh seorang Namja yang tampan, senyumannya membuat jantungnya berdesir. Seketika Sungyeol sadar, dan berteriak “Andwae!!!” Sungyeol mengacak-acak rambutnya.

“Dia adalah orang yang sangat menyebalkan, bagiku dia seorang musuh!!” Batin Sungyeol. Eomma Sungyeol yang mendengar teriakan Sungyeol dari atas, langsung kaget, dan hampir saja menjatuhkan gelas yang ia pegang. Dasar, Sungyeol tak kira-kira untuk berteriak.

Keesokan harinya
“Sungyeol!!! Bangun, sudah jam berapa ini?” Eomma sungyeol teriak tepat didekat telinga Sungyeol. Sungyeol langsung terduduk dan membelalakkan matanya pada jam dinding kamarnya.

“ANDWAE!!” Sungyeol teriak dan langsung berlari ke kamar mandi.  Eomma Sungyeol hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang masih belum mandiri, dan terlalu manja. Setelah mandi ia langsung berpakaian rapih, tak sempat bercermin ia langsung menuruni tangga dengan berlari menuju dapur.
“eomma, Appa, aku pergi dulu!!” Sungyeol mencium eommanya dan menyalami Appanya. Ia langsung berlari menuju halte.

“Aish........... kenapa bus tak juga datang!!’ Sungyeol menghentak-hentakkan kakinya. Tiba-tiba motor hitam berhenti tepat dihadapannya. Sungyeol menatap heran dan penasaran sosok wajah dibalik helm itu.

“hey, apa kau mau ikut ?” Myungsoo membuka helmnya. Sungyeol melihatnya kagum, ketika Sungyeol melihat Myungsoo membuka helmnya. Seolah dalam hati Sungyeol berkata “wah”

“hey, kenapa kau diam saja!” teriak Myungsoo pada Sungyeol. yang sedari tadi memperhatikannya. Sungyeol langsung membelalakkan matanya.

“apa kau tak salah minum obat ?” Sungyeol menatap heran Namja tampan namun  dingin.
“kau bawel sekali, mau ikut atau tidak ?” Myungsoo Geram dengan Sungyeol yang terlihat bawel seperti burung beo pikirnya. Myungsoo kau tak sepantasnya berpikir seperti itu.
“baiklah, aku terpaksa!” Ucap Sungyeol sambil mengerunyutkan bibirnya. Dan wajah Sungyeol benar-benar terlihat sangat manis.
Myungsoo menancapkan gasnya, dan melaju sangat kencang. Sungyeol yang berada di belakangnya langsung memeluk pinggang Myungsoo karena ketakutan. Myungsoo yang dipeluknya hanya tersenyum.

Sesampainya disekolah. Sungyeol dengan sigap turun dari motor Myungsoo. Ia memasang wajah cemberut dengan mulut digembungkan. Myungsoo yang melihatnya langsung terkekeh.

“kenapa kau tertawa?” Ucap Sungyeol dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.
“apa aku tidak boleh tertawa?” Ucap Myungsoo ketus. Sungyeol yang mendengarnya hanya berumam-gumam kecil, kesal dengan Namja ini. Kemarin sifatya berubah sedikit menjadi baik . Sekarang berubah lagi!
“cih...dasar Namja angkuh!!” Sungyeol langsung membuang mukanya pada Myungsoo, dan berjalan mendahuluinya.

“ya... kau!! Gadis Bodoh!” teriak Myungsoo, yang membuat orang-orang yang berada disitu menatap mereka heran. Sungyeol tak menghiraukan ucapan Myungsoo. Percuma saja jika ia melawannya, tak akan pernah selesai dan selalu ada bentrok.
sepanjang menit yang berlalu mereka hanya diam, dan sesekali mengeluarkan tatapan tajam. Seolah perasaan benci meluap dari dua orang ini.

Bel istirahat berbunyi........

Sungyeol dan dongwo langsung pergi ketaman. Mereka memakan snack yang baru saja mereka beli. Sungyeol memakan rotinya dengan wajah yang terlihat kesal. Dongwo menatap heran Sungyeol, seolah berkata “ ada apa dengan dia? Aneh sekali?.
“Yaa, Sungyeol, ada apa denganmu ? kenapa kau terlihat begitu kesal?”
“ya, semua karena Namja Angkuh itu!!” Ucap Sungyeol sambil mengerunyutkan bibirnya.
“kenapa kau sangat membencinya?” Ucap Dongwo menatap kesamping atas. Karena Sungyeol kali ini sedang berdiri.
“benar, aku sangat membencinya!!! Ia membuat hariku selalu Badmood!! Kau tahu kan? Aku setiap hari beradu mulut dengannya?” Sungyeol menghentak-hentakkan kakinya kesal.

“hey, aku tak melihat Sungyeol yang ceria dan ramah semenjak kedatangan Myungsoo! Lebih baik kau jangan membencinya, dan segeralah berdamai dengannya!” Ucap Dongwo selo sambil memakan makanannya.

“ya, kau sahabatku atau tidak sih? Kau malah dengan santainya menjawab dan dengan nikmat kau menyantap makananmu, kau tidak tahu aku sangat malang!”  Ucap Sungyeol menatap Dongwo dengan kesal.

“ya, aku tak mau ikut campur dengan masalahmu! Solusi ku adalah kau berdamai dengan Myungsoo, dan itu akan jauh lebih baik!” Ucap Dongwo tersenyum dan langsung berdiri memegang pundak Sungyeol.

“hey, tapi.. kenapa kau tadi berangkat sekolah bersamannya?” Tanya Dongwo heran.
“karena terpaksa,karena bis tak ada muncul di halte. Dan Namja angkuh itu menawariku tumpangan!”
“wah, So sweet, apakah mungkin dia Menyukaimu? Sepertinya mungkin saja!” Goda Dongwo.
“ah kau makin menambah Moodku memburuk !” Sungyeol menggembungkan pipinya.
“hem, terserah kau saja! Apa kau sudah bilang terimakasih padanya? Jika saja kau tidak berangkat bersamanya, kau akan terlambat Sungyeoll!!” Ucap Dongwo menepuk-nepuk pundaknya.
Sungyeol sadar ia belum mengucapkan terimakasih pasa Myungsoo. dia malah mencela Myungsoo.

“ah... dasar pabo!!” Sungyeol menepuk-nepuk keningnya.
“siapa yang pabo? Kau belum mengucapkannya yeol?” Tanya dongwo dengan tatapan penuh selidik.
“ne...,! Jawab Sungyeol singkat.
“nah, kalau begitu temui dia ucapkan padanya, dan berdamailah!”

Sungyeol terdiam dan mencoba mencerna perkataan Dongwo. Ia berpikir ada baiknya jika pertengkaran ini di akhiri dan perdamaian jauh lebih baik. Sepertinya Myungsoo sosok yang baik, tak seperti yang dipikirkan Sungyeol. bahkan dia mau mengajak Sungyeol pergi bersama , walaupun dengan wajahnya yang dingin. Ada benarnya juga jika Sungyeol berdamai dengannya.


Mianhe... jika FF ini sedikit membosankan. Tapi aku sangat senang jika kalian menyukainya. ^^
 Gomawo chingu... ^^







Tidak ada komentar:

Posting Komentar